Mensos: Program Pengentasan Kemiskinan Harus Terintegrasi
Selasa, 17 Februari 2015 12:51 WIB
Jakarta, (Antara) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan program pengentasan kemiskinan di Kementerian Sosial harus terintegrasi dengan program di daerah sehingga rumah tangga sasaran bisa segera mandiri.
"Program Keluarga Harapan harus terintegrasi bukan hanya di program pengentasan kemiskinan di kementerian lembaga tapi juga dengan program di provinsi dan kabupaten/kota," kata Khofifah di Jakarta, Selasa.
Hal itu disampaikan Mensos pada pembukaan rapat koordinasi nasional Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial.
Mensos mengatakan belum banyak daerah yang terinformasikan bahwa program pengentasan kemiskinan (taskin) banyak yang berbasis di Kemensos.
"Kalau ada keluarga lima persen paling miskin akan sulit untuk mereka bangkit kalau tidak ada integrasi dengan program lain, kalau tidak saling terintegrasi maka saya khawatir sampai kapan mereka bisa mandiri," tambah Mensos.
Contoh program yang harus terintgrasi misalnya setelah mendapatkan program PKH, lalu Raskin, setelah itu ada inervensi program Kelompok Usaha Bersama (Kube).
"Banyak di daerah yang saya datangi, misalnya di Pandeglang bagaimana rumah tidak layak huni menjadi layak huni. Kalau penerima PKH itu yang lima persen termiskin maka mereka yang seharusnya dapat bantuan RTLH," jelas Mensos.
Karena itu, menurut Khofifah PKH, Kube, Raskin dan RTLH harus terintegrasi.
"Kalau keluarga mendapat PKH, anaknya diintervensi Kartu Indonesia Pintar, masa iya lima tahun tidak bisa selesai masalah kemiskinan," kata Khofifah. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub Vasko tegaskan Program TMMD bukan sekadar agenda rutin tapi berbasis kebutuhan masyarakat
12 February 2026 22:00 WIB
Beri pelayanan maksimal saat Ramadan, Bapenda Sumbar gagas Program Sajadah dan Sambako mudahkan bayar PKB
09 February 2026 17:20 WIB
Unand Fasilitasi Dosen Perkuat Jejaring Global SDGs di Konferensi Internasional Melalui Program EQUITY
08 February 2026 10:37 WIB