Bappenas Nilai PLN Tidak Adil
Kamis, 5 Februari 2015 15:29 WIB
Batam, (Antara) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menilai PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bersikap tidak adil dengan mendahulukan pembangunan listrik di Pulau Jawa dan Bali, sementara daerah lainnya banyak yang belum terlayani.
"Distribusi yang tidak adil. Jawa Bali saja yang dipikirkan PLN," kata Menteri di Batam Kepulauan Riau, Kamis.
Menurut Menteri, tingkat kemajuan kelistrikan di seluruh Indonesia rendah, berdasarkan konsumsi listrik oleh masyarakat.
Menteri menolak menggunakan elektrifikasi sebagai indikator kemajuan listrik, karena itu hanya terkait transmisi secara geografis.
Jika menggunakan elektrifikasi sebagai indikator kemajuan listrik, maka listrik di Indonesia sudah hampir terpenuhi, karena presentasenya sudah di atas 60 persen.
"Jangan hanya pakai elektrifikasi. Itu cuma transmisi secara geografis. Konsumsi rendah sekali," kata Menteri.
Bila dibandingkan dengan India, maka konsumsi listrik Indonesia hanya seperempat atau sepertiganya saja. Dan dengan Singapura, hanya satu per sepuluhnya.
Sebenarnya, Indonesia bisa lebih maksimal dalam pelayanan listrik masyarakat, karena energi yang dimiliki sangat besar, namun kebanyakan di antaranya diekspor sehingga kebutuhan dalam negeri tidak tercukupi.
Ia meyakini, kekayaan batu bara di Indonesia mampu mencukupi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik untuk seluruh Indonesia. Demikian pula dengan kecukupan gas di dalam negeri.
"Tapi jangan diekspor," kata dia.
Dan untuk di Papua, menurut dia kebutuhan listrik bisa dipenuhi hanya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air, tanpa bahan bakar batu bara dan lainnya.
"Papua tidak perlu Batu Bara, Gas. PLTA saja di potensi yang ada, seluruh Papua selesai," kata dia.
Sementara untuk Batam dan seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Deputi Bidang Perencanaan BKPM Tamba P Hutapea mengatakan kelistrikan di daerah itu masih tekor.
"Di Batam masih sangat terbatas," kata dia.
Ia mengatakan ada 12 proyek kelistrikan yang bisa didorong dari swasta untuk Kepri. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Pertahan Pasaman gelar persiapan pembaruan peta zona nilai tanah 2026
10 February 2026 19:22 WIB
DPRD Agam nilai pengadaan mobil dinas kepala daerah tak pas kondisi bencana
04 February 2026 18:00 WIB
Wawako Sawahlunto dorong penguatan pendidikan Al-Quran berbasis pemahaman nilai
30 January 2026 8:52 WIB
Masyarakat nilai pelayanan pertanahan Kementerian ATR/BPN semakin cepat dan informatif
22 January 2026 13:22 WIB
Sejalan dengan progul, Wawako Maigus Nasir nilai PORSEMA II dorong peningkatan kompetensi guru
15 January 2026 14:00 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018