Dublin, (Antara/AFP) - Ketua IMF Christine Lagarde pada Senin memperingatkan "konsekuensi" jika negara-negara Eropa berusaha merundingkan utang mereka, menjelang pemilu Yunani dimana partai anti-penghematan diperkirakan akan menang. "Upaya kolektif dipersilahkan tetapi pada saat yang sama utang adalah utang dan itu adalah kontrak," KATA Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional kepada Irish Times selama kunjungannya ke Dublin. "Gagal bayar, restrukturisasi, perubahan persyaratan memiliki konsekuensi pada tanda tangan dan kepercayaan tanda tangan," kata dia. Alexis Tsipras, kepala koalisi anti-penghematan Syriza, telah mendesak perundingan ulang persyaratan dana talangan (bailout) Yunani yang ditetapkan oleh kreditur utamanya -- IMF dan Uni Eropa -- serta pembatalan parsial utang publik yang sangat besar. Ia telah menyerukan konferensi kreditur dan yang mengacu pada Konferensi London pada 1953 yang membatalkan utang Jerman setelah Perang Dunia II. Yannis Dragasakis, seorang anggota parlemen Syriza dan wakil ketua parlemen, bereaksi terhadap komentar Lagarde. "Itu diperlukan untuk menyesuaikan utang karena hal itu saat ini tidak berkelanjutan. Ekonomi Yunani telah mengalami bencana dan kemampuannya saat ini terbatas," kata dia. "Usulan kami tidak semata-mata menyangkut utang Yunani, tetapi masalah utang berlebihan yang dihadapi banyak negara Eropa," katanya. Pada konferensi pers Senin, Lagarde berbicara tentang rencana program pelonggaran kuantitatif Bank Sentral Eropa. Ditanya apakah langkah-langkah itu mungkin lebih merusak kredibilitas fiskal negara Uni Eropa yang dililit utang, ia mengatakan: "Semakin efisien itu, semakin mutualisation, semakin baik." Lagarde juga bertemu dengan Menteri Keuangan Irlandia Michael Noonan dan mendesak Irlandia untuk berpegang pada keuntungan yang diraih susah payah pada saat negara zona euro mengakhiri penghematan anggaran dan kembali ke pertumbuhan ekonomi. "Apa yang saya harapkan adalah bahwa semua upaya dan semua pengorbanan yang dibuat dalam lima tahun terakhir tidak akan sia-sia dan tidak akan disia-siakan oleh langkah-langkah berlebihan," katanya. "Saya akan percaya kebijaksanaan rakyat Irlandia untuk melihat apa kepentingan terbaik negara dan ekonomi serta orang-orang Irlandia." (*/sun)