Jalur Pendakian Merapi Ditutup Dua Bulan
Minggu, 18 Januari 2015 19:38 WIB
Sleman, (Antara) - Balai Taman Nasional Gunung Merapi menutup sementara jalur pendakian ke Gunung Merapi dari semua jalur yang ada selama dua bulan.
"Penutupan pendakian ini mulai diberlakukan pada 16 Januari hingga 16 Maret 2015," kata Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Merapi Asep Nia Kurnia, Minggu.
Menurut dia, penutupan ini karena akan dilakukan perbaikan dan mengembalikan kerusakan kondisi sekitar lereng Gunung Merapi.
"Selama ini jalur pendakian Gunung Merapi dari arah selatan atau Cangkringan, Kabupaten Sleman, memang sudah ditutup pasca erupsi Merapi 2006, dan pendakian hanya melalui jalur New Selo, di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Jalur New Selo menuju Pasar Bubrah ini saat ini ditutup kurang lebih selama dua bulan," katanya.
Ia mengatakan, penutupan sementara pendakian Gunung Merapi tersebut tertuang dalam surat nomor S.15/BTNGM/KONS/2015 tersebut disebutkan pentupan dilakukan untuk perbaikan jalur pendakian baik fasilitasnya maupun kondisi lingkungan.
"Perbaikan ini untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalur pendakian karena curah hujan tinggi," katanya.
Asep mengatakan, selain itu juga untuk melakukan penataan jalur pendakian dari New Selo, Boyolali hingga Pasar Bubrah di Pos Pendakian terakhir Gunung Merapi.
"Kami juga akan melakukan pembersihan sampah dan vandalisme yang banyak terdapat di jalur pendakian New Selo," katanya.
Sedangkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Julisetiono Dwi Wasita mengatakan diharapkan masyarakat untuk menaati larangan pendakian dari BTNGM tersebut.
"Kami harapkan masyarakat, khususnya para pendaki untuk mematuhi larangan untuk sementara tidak melakukan pendakian ke Gunung Merapi," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018