PBB Peringatkan Ancaman Kemiskinan dan Ketidak-Setaraan di Haiti
Sabtu, 10 Januari 2015 8:55 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Lima tahun setelah gempa kuat menewaskan 200.000 orang di Haiti, Program Pangan Dunia PBB (WFP) meminta bantuan untuk melanjutkan momentum ke arah pembangunan masyarakat yang lebih ulet dan bisa menahan bencana pada masa depan.
Saat ini, sebanyak tiga juta warga Haiti masih tak tahu dari mana makanan selanjutnya akan datang. Untuk menyediakan mereka makanan pokok yang mereka butuhkan, sebanyak 28 juta dolar AS akan diperlukan untuk 2015.
"Ketidak-setaraan dan miskinan kronis, kemerosotan lingkungan hidup dan ketidak-pastian politik yang terus terjadi mengancam prestasi yang telah dicapai rakyat Haiti selama lima tahun belakangan," kata Wakil WFP di Haiti Wendy Bigham.
Dalam beberapa jam setelah gempa mengguncang pada 12 Januari 2010, WFP mulai membagikan makanan darurat buat penyintas yang hidup di antara reruntuhan. Dalam waktu empat bulan, lembaga PBB itu telah menyediakan makanan buat lebih dari empat juta warga Haiti yang rentan dan membantu menghindari krisis pangan.
Karena letak geografinya, Haiti sangat rentan terhadap bencana alam seperti badai, banjir, tanah longsor dan kemarau, Kemiskinan berarti sekalipun gencatan sedang dapat membuat rakyat kelaparan.
Sejak 2010, WFP telah membantu menciptakan lapangan kerja buat lebih dari 200.000 warga Haiti dalam bentuk proyek uang-buat-pekerjaan dengan tujuan menstabilkan keamanan pangan.
Di Marigot, satu masyarakat menetap di antara Laut Karibia dan pegunungan yang diguncang keras oleh gempa, petani setempat telah dipekerjakan untuk memperkokoh lereng bukit, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.
Di Creole, Kore Lavi berarti "dukungan kehidupan" dan itu lah yang dilakukan WFP dalam satu proeyk yang membantu meningkatkan gizi anak-anak dan perempuan paling miskin di Haiti, kata badan PBB tersebut.
Misalnya, WFP, bersama mitranya, telah menyediakan tepun yang dicampur dengan vitamin dan mineral serta bulgur gandum, minyak goreng dan buncis. Dengan diperkuatnya gizi sekarang, warga Haiti yang rentan akan menjadi lebih kuat dan lebih sehat jika bencana melanda lagi.
Dengan dana baru tersebut, WFP berencana menjangkau sebanyak 1,2 juta orang Haiti yang sangat rentan. WFP juga akan mendukung pemerintah dalam menyediakan makanan hangat buat hampir setengah juta siswa.
Sebagian produksi buat proyek WFP dibeli di pasar lokal sebagai cara mendukung petani negeri itu. Bersama dengan Kementerian Pertanian Haiti, perhimpunan petani kecil dilatih dan diawasi untuk memenuhi standard ketentuan lokal WFP. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018