Pemimpin Singapura Kutuk Serangan Terhadap Majalah Prancis
Jumat, 9 Januari 2015 13:17 WIB
Singapura, (Antara/Xinhua-0ANA) - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Kamis "mengutuk keras" serangan teroris di kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, yang menewaskan 12 orang.
Di facebook-nya, Lee mengatakan dia "terkejut mengetahui serangan brutal" itu, dan menambahkan bahwa ia telah menulis surat kepada Perdana Menteri Prancis Manuel Valls untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
"Ini adalah pengingat lain dari ancaman terorisme kepada seluruh masyarakat yang beradab, dan bahwa hal itu benar-benar salah untuk memohon agama untuk membenarkan kebiadaban tersebut," tulisnya.
Presiden Singapura Tony Tan juga menulis surat kepada Presiden Prancis Francois Hollande untuk menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada korban dan keluarganya.
Saat Prancis berduka korban, mungkin pelaku dibawa ke pengadilan dengan cepat, dan berharap yang terluka cepat sembuh," tulisnya.
Wakil Perdana Menteri Teo Chee Hean, juga mengirimkan ucapan belasungkawa melalui facebook pada Kamis, mengatakan bahwa Singapura telah meningkatkan patroli keamanan dan pengawasan di bidang yang relevan.
Dia menambahkan bahwa "warga Singapura juga dapat membantu dengan melaporkan kegiatan yang mencurigakan kepada pihak berwenang." (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hasil undian Piala ASEAN 2026: Indonesia satu grup dengan Vietnam dan Singapura
16 January 2026 5:07 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018