Satu Tewas, 14 Cedera dalam Ledakan Pinggir Jalan di Somalia
Sabtu, 3 Januari 2015 7:40 WIB
Mogadishu, (Antara/Xinhua-OANA) - Satu orang tewas dan 14 orang lagi cedera, termasuk tujuh guru berkebangsaan Kenya, akibat ledakan bom pinggir jalan di Galkcayo, Kota di Somalia Tengah, kata pemerintah lokal pada Jumat (2/1).
"Bus tersebut sedang dalam perjalanan ke pasar ketika tiba-tiba kami mendengar suara ledakan keras, yang melukai beberapa guru dan menewaskan penjaga keamanan. Bus itu juga mengalami rusak parah," kata Mohamed Abdulqadir Ali, Kepala Sekolah Menengah Yamays melalui telepon kepada Xinhua.
Ketujuh guru tersebut telah mengajar di Sekolah Menengah Yamays --yang terletak di Wilayah Semi-Otonomi Puntland.
Mohamed Hussein Aden, Direktor rumah sakit setempat, memberitahu Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi-- semua ke-14 orang yang cedera telah dibawa ke rumah sakit, dan dua di antara mereka menderita luka serius.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung-jawab atas peristiwa itu. Namun kelompok fanatik Ash-Shabaab telah diduga bertanggung-jawab atas serangan terhadap orang asing di Somalia, termasuk guru.
Tak ada murid di bus tersebut sebab Jumat adalah hari libur di Somalia. Belum jelas apakah semua guru Kenya itu memang menjadi sasaran serangan tersebut.
Dua wartawan cedera dua hari sebelumnya di daerah yang sama dalam satu serangan granat di gedung stasiun radio lokal.
Ledakan pada Jumat siang itu terjadi beberapa jam setelah Ash-Shabaab menyerang satu pengkalan pemerintah di Baidoa, Kota di Somalia Selatan. Serangan tersebut menewaskan lima prajurit pemerintah dan melukai sejumlah orang lagi. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Update korban kecelakaan beruntun di Panyalaian, lima tewas dan tiga luka-luka
26 January 2026 18:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018