Penambang Emas Ini Tewas Diduga Menghisap Gas Beracun
Senin, 22 Desember 2014 17:04 WIB
Cianjur, (Antara) - Aep Supandi Bin Pani (41) penambang emas Gunung Rosah di Kampung Cibayondah, Desa Sukanada Kecamatan Campaka, tewas akibat menghirup gas beracun saat bekerja di dalam tambang, sedangkan Eman (38) rekan korban, mengalami koma dan dibawa ke RSUD Cianjur.
Informasi dihimpun kedua orang korban diduga menghirup gas beracun di dalam tambang karena ketika itu keduanya tengah memahat bongkahan batu yang mengandung emas dan melakukan stek pada dinding goa di kedalaman 60 meter.
"Korban Aep merupakan warga Kampung Cibayondah dan Eman warga Kampung Parabon, Desa Sukadana. Aep tewas di tempat kejadian dan Eman kehilangan kesadaran," kata Kepala Desa Sukadana, Karmawan, di Cianjur, Senin.
Dia menjelaskan, kedua korban langsung dievakuasi warga sekitar dibantu penambang lainnya, sedangkan pihak keluarga Aep menolak jenazah diotopsi dan memilih untuk langsung dimakamkan.
"Tadinya mau dilakukan visum dulu, tapi keluarga korban menolak. Kami sebenarnya ingin memastikan penyebab kematian Aep, meskipun dugaan sementara karena menghirup gas beracun," katanya.
Selama ini,ungkap dia, pertambangan emas di Gunung Rosah sudah banyak menelan korban jiwa, namun belum dapat diketahui berapa jumlah pastinya karena penambang emas di wiilayah tersebut bukan hanya warga sekitar, sehingga ketika ada korban jiwa jarang yang bisa dievakuasi.
"Kalau mereka tidak kembali atau tidak keluar dari dalam goa dengan jangka waktu beberapa hari, berarti sudah dipastikan mereka meninggal dan dikubur di lokasi tersebut," katanya.
Saat ini, tutur dia, ada sekitar 500 penambang emas di Gunung Rosah dari empat desa, seperti Desa Sukadana, Wangunjaya, Karyamukti dan Desa Cimenteng. Penambang emas yang paling banyak merupakan warga dari Desa Sukadana yang mencapai sekitar 150 orang.
"Sayangnya penambang emas itu diduga ilegal, warga sekitar yang menambang dan yang menampung hasil tambangnya adalah PT Paramindo. Sebenarnya pihak perusahaan baru melakukan eskplorasi dan penelitian serta belum tahap pembuatan perizinan," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Campaka, AKP H Toha Ma'ruf, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kedua korban, sehingga belum dapat memastikan penyebab tewasnya Aep dan Eman yang mengalami koma.
"Kami belum tahu penyebab pasti tewasnya satu orang penambang dan satu orang lainnya koma. Kami melakukan penyelidikan," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Emas UBS Rp2,998 juta/gr dan Galeri24 Rp2,981 juta/gr di Minggu (15/02/2026) hari ini
15 February 2026 6:50 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018