Sekitar 1.000 Mantan Pemberontak Kongo Lari
Rabu, 17 Desember 2014 14:26 WIB
Kampala, (Antara/AFP) - Sekitar 1.000 mantan petempur pemberontak Republik Demokratik Kongo (DRC), Selasa, lari dari satu kamp di Uganda tempat mereka ditahan saat tentara sedang berusaha memulangkan mereka.
"Seribu pemberontak dari kelompok M23 telah melarikan diri" dari kamp di Bihanga. sekitar 300km barat daya Kampala ibu kota Uganda, kata seorang juru bicara militer Uganda di akun Twitter resminya.
"Mereka mengatakan mereka khawatir akan nasib mereka jika mereka dipulangkan ke Republik Demokratik Kongo."
Sejumlah mantan pemberontak cedera akibat kena tembak setelah mereka di kamp itu karena menolak naik truk-truk militer yang tiba sebelum fajar untuk membawa mereka ke bandara, kata kepala M23 Bettrand Bisimwa.
Seorang perwira Uganda yang berbicara dengan AFP tanpa bersedia namanya disebutkan mengaku operasi itu menghadapi "perlawanan" dan mengonfirmasikan bahwa beberapa orang di kamp itu mengalami luka tembak.
Tentara Uganda itu mengatakan kamp tersebut menahan 1.373 mantan petempur M23. Seorang wartawan AFP di bandara Entebbe Uganda melihat 120 orang naik sebuah pesawat menuju DRC.
Juru bicara militer Uganda Letkol Paddy Ankunda, mengatakan melalui Twitter pasukan itu kini sedang mencari 1.000 orang "yang melarikan diri".
Ia menegaskan bahwa "tidak ada anggota M23 dipaksa untuk dipulangkan ke DRC."
Tetapi di Kampala, tempat ia tinggal,Bisiswa mempersoalkan itu. Ia mengatakan usaha untuk memulangkan bekas pemberontak M23 ke DRC adalah "satu pelanggaran hukum internasional" dan satu perjanjian perdamaian yang dicapai setahun lalu antara DRC dan kelompok itu.
Perang 18 tahun pemberontak, di mana mereka sempat merebut sebentar kota penting DRC , Goma, ibu kota Provinsi Kivu Utara yang kaya mineral, diakhiri tahun 2013 oleh pasukan pasukan pemerintah dan pasukan perdamaian PBB. Para petempur lari ke negara-negara tetangga Uganda dan Rwanda.
Mereka menandatangani dokumen-dokumen Mei berikrar tidak akan berperang kembali dengan imbalan suatu kemungkinan amnesti.
Para pemimpin M23 bulan lalu memperingatkan bahwa mereka akan berperang kembali seandainya perjanjian-perjanjian itu tidak ditaati. Pemberontak yang kalah mengemukakan kepada AFP bahwa dikalangan para petempur yang dikurung dalam kamp semakin frustrasi.
Walaupun M23 dikalahkan, sejumlah kelompok masih beroperasi di satu daerah dalam konflik itu selama dua dasa warsa.
Banyak pemberontak melakukan kegiatan-kegiatan antasa lain penganiayaan terhadap para warga sipil dan melakukan eksploitasi sumber-sumber alam seperti logam, gading atau tembaga. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gelar Rakor pelaksanaan ILASPP, Menteri Nusron Ingin perbanyak peta 1:5.000 untuk percepat penyusunan RDTR
30 January 2026 10:10 WIB
Semen Padang FC akan bertemu mantan pelatihnya, Hendri Susilo pada 20 Februari
27 January 2026 21:57 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018