Penjaga Perdamaian PBB Dibebaskan dari Karantina Ebola
Minggu, 7 Desember 2014 6:31 WIB
Bamako, (Antara/Reuters) - Sekitar 20 penjaga perdamaian PBB yang ditempatkan di karantina di Mali setelah mereka berpotensi terkena Ebola lebih dari tiga pekan lalu telah dibebaskan, kata misi PBB di negara itu, Sabtu.
Para prajurit itu dirawat di satu klinik di ibu kota
Bamako untuk luka yang diderita saat melayani misi, diketahui
sebagai MINUSMA, di bagian utara negara itu ketika seorang perawat yang bekerja di fasilitas tersebut meninggal karena Ebola.
"Setelah semua telah ditempatkan di bawah pengamatan, para tentara MINUSMA yang dikarantina belum menampakkan gejala penyakit.
"Oleh karena itu, mereka tak ada perubahan," kata misi dalam
pernyataan.
Sementara misi belum menyiarkan kewarganegaraan tentara, sumber-sumber PBB mengatakan mereka berasal dari Chad.
Mali mencatat delapan kasus Ebola - tujuh dari mereka
dikonfirmasi dan satu kemungkinan - setelah virus menyebar dari
tetangga Guinea, menurut Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO).
Presiden Ibrahim Boubacar Keita mengatakan pekan lalu bahwa
Negara Afrika barat itu tidak lagi memiliki kasus yang dikonfirmasi
penyakit tersebut, setelah pasien terakhir diketahui menderita
virus itu telah disembuhkan.
Epidemi terburuk Ebola ini tercatat telah menewaskan hampir 6.200 orang, terutama di Liberia, Sierra Leone dan Guinea, sejak dikonfirmasi di wilayah awal pada tahun ini, menurut Data WHO terbaru. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018