Bamako, (Antara/Reuters) - Sekitar 20 penjaga perdamaian PBB yang ditempatkan di karantina di Mali setelah mereka berpotensi terkena Ebola lebih dari tiga pekan lalu telah dibebaskan, kata misi PBB di negara itu, Sabtu. Para prajurit itu dirawat di satu klinik di ibu kota Bamako untuk luka yang diderita saat melayani misi, diketahui sebagai MINUSMA, di bagian utara negara itu ketika seorang perawat yang bekerja di fasilitas tersebut meninggal karena Ebola. "Setelah semua telah ditempatkan di bawah pengamatan, para tentara MINUSMA yang dikarantina belum menampakkan gejala penyakit. "Oleh karena itu, mereka tak ada perubahan," kata misi dalam pernyataan. Sementara misi belum menyiarkan kewarganegaraan tentara, sumber-sumber PBB mengatakan mereka berasal dari Chad. Mali mencatat delapan kasus Ebola - tujuh dari mereka dikonfirmasi dan satu kemungkinan - setelah virus menyebar dari tetangga Guinea, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Presiden Ibrahim Boubacar Keita mengatakan pekan lalu bahwa Negara Afrika barat itu tidak lagi memiliki kasus yang dikonfirmasi penyakit tersebut, setelah pasien terakhir diketahui menderita virus itu telah disembuhkan. Epidemi terburuk Ebola ini tercatat telah menewaskan hampir 6.200 orang, terutama di Liberia, Sierra Leone dan Guinea, sejak dikonfirmasi di wilayah awal pada tahun ini, menurut Data WHO terbaru. (*/jno)