Larangan Rusia Terhadap Pasokan Pangan Langgar Kesepakatan
Sabtu, 6 Desember 2014 14:13 WIB
Minsk, (Antara/Xinhua-OANA) - Larangan Rusia terhadap pasokan produk Belarusia ke Rusia bertentangan dengan semua kesepakatan sebelumnya, kata Menteri Kehakiman Belarusia Oleg Slizhevsky kepada media setempat pada Jumat (5/12).
Situasi yang berlangsung bertolak-belakang dengan semua kesepakatan sah antara Rusia dan Belarusia, kata Slizhevsky. Ia merujuk kepada keputusan Rusia untuk memperketat peraturan transit.
Pejabat itu juga menegaskan bahwa sasaran utama pembentukan Uni Ekonomi Europa-Asia ialah untuk menciptakan pasar bebas bagi barang, layanan, tenaga kerja dan modal. "Situasi tersebut, ketika gerakan barang kami dibatasi di dalam uni itu, bertentangan dengan semua kesepakatan sebelumnya," kata menteri tersebut.
Slizhevsky mengatakan ia berharap politisi akan mengakhiri tindakan tak bersahabat ini secepatnya, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang.
Sebelumnya, Rusia memberlakukan peraturan baru transit bagi Belarusia setelah Pemerintah Rusia mengatakan muatan truk tujuan Kazakhstan dibongkar secara tidak sah di Rusia.
Menurut lembaga Rusia, Rosselkhoznadzor, peraturan baru diberlakukan untuk menutup jalur transit sah yang digunakan untuk mengirim daging beku dari Eropa ke Rusia --produk yang telah dilarang Moskow sebagai reaksi atas sanksi Barat sehubungan dengan krisis Ukraina.
Perdana Menteri Belarusia Mikhail Myasnikovich pada Jumat mengatakan Belarusia memenuhi semua kesepakatan dengan Rusia mengenai transit barang ke negara ketiga. "Semua jenis tuduhan bahwa sesuatu dibiarkan lewat secara tidak sah tanpa dasar," kata perdana menteri tersebut. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
12 hari dirawat, atlet gimnastik Indonesia Naufal wafat saat pelatihan di Rusia
26 September 2025 8:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018