Pejabat: Pasukan AS, Iran Beroperasi Terpisah di Irak
Kamis, 4 Desember 2014 9:37 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Serangan-serangan udara, yang dilakukan Iran baru-baru ini terhadap pejihad Negara Islam (IS) di Irak ,berlangsung di wilayah timur, yang tidak dijamah oleh pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat (AS), kata Pentagon.
Serangan terpisah menggambarkan penyesuaian antara kedua pesaing lama itu dalam upaya mereka memerangi musuh bersama.
Para pejabat pertahanan AS mengatakan serangan udara oleh pesawat-pesawat tempur Phantom F-4 milik Iran sepanjang akhir pekan itu merupakan pola, yang telah diukir para penasihat militer Iran atau Amerika secara terpisah di Irak.
"(Serangan Iran itu dilakukan, red) di provinsi Diyala bagian timur," kata juru bicara Pentagon Kolonel Steven Warred. "Kita tidak melakukan kegiatan udara apapun di wilayah itu."
Pemboman yang berlangsung di Irak timur itu menandai pertama kalinya pasukan udara Iran menerbangkan jet-jet tempur F-4 miliknya dalam operasi tempur terhadap kelompok IS, kata para pejabat AS.
"Kami baru pertama kali melihatnya," kata Warren kepada para wartawan.
Seorang pejabat pertahanan mengatakan baik Teheran maupun Washington ingin menghindarkan terjadinya konfrontasi ataupun insiden yang bisa muncul dan menjadi krisis internasional.
Namun, koalisi pimpinan AS siap untuk memberikan toleransi kepada para penasihat militer atau pesawat Iran di provinsi-provinsi bagian timur atau selatan, yang dihuni oleh penduduk Syiah dalam jumlah banyak.
"Ada pemahaman secara diam-diam bahwa kami tidak akan beroperasi di wilayah udara yang sama. Dan mereka tidak akan menargetkan pasukan-pasukan Amerika," kata pejabat, yang tidak mau disebutkan jati dirinya, kepada AFP.
Militer Inggris, yang merupakan bagian dari koalisi internasional pimpinan AS, juga mengetahui adanya kegiatan pasukan Iran di Irak namun Inggris tidak bekerja sama dengan mereka, kata Letnan Jenderal Gordon Messenger kepada para anggota parlemen di London.
"Kita mengetahui bahwa Iran memiliki pasukan yang dikerahkan ke Irak untuk beberapa waktu," kata Messenger.
Ia menambahkan Inggris tidak melakukan "dekonflik" --istilah yang berarti berkoordinasi untuk mencegah insiden gesekan di lapangan-- dengan pasukan Iran.
"Tentunya sebagai sebuah bangsa kita tidak melakukan dekonflik dengan Iran dalam hal apapun yang kita kerjakan," kata Messenger.
"Mengenai keberadaan (pasukan Iran, red) dan koordinasi, yang dikabarkan pagi ini, saya tidak bisa berkomentar soal itu."
Para pejabat AS berharap serangan-serangan udara akan menambah tekanan terhadap para militan IS, yang telah menguasai bagian luas wilayah Suriah dan Irak tahun ini sementara pasukan angkatan darat Irak mundur dalam keadaan panik.
Setelah ratusan serangan udara dilancarkan AS dan koalisi sejak Agustus --dan setelah mengalirnya pasokan senjata dari Teheran maupun Washington, tentara Irak dan pasukan Kurdi telah membuat cukup kemajuan namun kelompok IS belum berhasil diusir dari benteng-benteng mereka di utara dan barat.
Pesawat AS dan sekutu kembali melakukan serangan-serangan udara di Irak terhadap IS dalam tiga hari terakhir ini, kata Komando Pusat militer dalam sebuah pernyataan.
Pesawat-pesawat tempur Amerika dan koalisi melancarkan 11 serangan di Irak sejak Senin di utara dan barat, termasuk empat di antaranya terhadap IS di dekat Mosul, kata pernyataan itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Padang pimpin apel gelar pasukan pasca tanggap darurat bencana hidrometeorologi
29 December 2025 15:48 WIB
Apel gelar pasukan Posko Nataru 2025/2026, KAI siap jaga kelancaran mobilitas nasional
18 December 2025 11:08 WIB
Tekan angka kecelakaan, Polres Pessel gelar Apel Pasukan Operasi Zebra Langkisau 2025
17 November 2025 20:14 WIB
Presiden akan kukuhkan 6 Kodam baru Minggu (10/8), termasuk Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol
08 August 2025 20:57 WIB
BNPB gelar apel pasukan dan peralatan kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kota Padang
07 May 2025 18:59 WIB
Pemkot Pariaman pastikan perekrutan pasukan Paskibraka bebas dari intervensi
12 April 2025 14:02 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018