Nato-Ukraina Kecam Pembangunan Militer Rusia di Krimea
Rabu, 3 Desember 2014 6:49 WIB
Brussels, (Antara/Reuters) - Para menteri luar negeri dari 28 negara NATO dan Ukraina Selasa mengutuk pembangunan militer Rusia di Krimea dan apa yang mereka sebut "destabilisasi yang disengaja" Rusia di Ukraina timur.
"Kami mengutuk pembangunan militer Rusia di Krimea," kata para
menteri dalam satu pernyataan setelah pertemuan di Brussels.
"Kami juga prihatin dengan rencana yang menyatakan bahwa Rusia akan lebih lanjut melakukan pembangunan militer di Laut Hitam."
Para menteri mengutuk keras "keberlanjutan dan destabilisasi sengaja Ukraina timur yang melanggar hukum internasional, termasuk penyediaan tank-tank, memajukan sistem pertahanan udara dan senjata-senjata berat lainnya kepada kelompok separatis" oleh Rusia.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg Senin menuduh Rusia melanggar kesepakatan gencatan senjata di Ukraina timur dengan mengirimkan persenjataan canggih dalam jumlah banyak kepada para separatis pro-Rusia itu.
Ukraina mengatakan, Minggu, iring-iringan 106 kendaraan telah memasuki wilayah timurnya dari Rusia tanpa izin dari Kiev.
Ukraina menuduh Moskow menggunakan kesempatan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk memasok senjata dan amunisi kepada para pemberontak separatis.
"Kami melihat adanya penambahan militer di dalam dan di sekitar Ukraina," kata Stoltenberg saat jumpa pers. "Pengiriman persenjataan canggih Rusia dalam jumlah besar, peralatan dan personel militer kepada para separatis yang brutal."
Moskow membantah menggunakan iring-iringan itu untuk mengirimkan persenjataan dan menolak tuduhan Barat bahwa Rusia sedang mempersenjatai para pemberontak serta mengirimkan para petempur untuk membantu mereka.
Rusia sebaliknya menuding Barat dan Kiev melakukan kekerasan tanpa pandang bulu di wilayah-wilayah timur, yaitu Luhansk dan Donetsk.
Saat memberikan komentar soal iring-iringan, Stoltenberg mengatakan jalan terbaik untuk meningkatkan situasi kemanusiaan di Ukraina timur adalah dengan berhenti melanggar perjanjian Minsk, yang dibuat untuk menghentikan konflik di Ukraina timur, dan dengan menghormati gencatan senjata.
"Kami melihat para separatis dan Rusia tidak melakukannya. Rusia mengobarkan konflik itu dengan memberikan ... perlengkapan serta bentuk-bentuk dukungan lain bagi para separatis dan dengan demikian (mereka) mengecilkan serta melanggar gencatan senjata dan upaya-upaya untuk menciptakan penyelesaian damai dan melalui perundingan," katanya.
Para menteri luar negeri NATO pada Selasa melakukan pertemuan di Brussel untuk membahas situasi di Ukraina serta meninjau kembali langkah-langkah yang telah diambil perhimpunan 28 negara itu dalam meningkatkan pertahanannya.
Pertemuan juga membahas upaya untuk meyakinkan sekutu-sekutu mereka dari Eropa timur yang khawatir, menyusul pencaplokan oleh Rusia terhadap wilayah Ukraina, Krimea, pada Maret lalu.
Mereka akan meneruskan langkah-langkah tersebut, termasuk latihan serta rotasi sejumlah kecil pasukan ke Eropa bagian utara sepanjang 2015. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kualifikasi Piala Dunia 2026 : Prancis tekuk Azerbaijan, Ukraina atasi Islandia
17 November 2025 6:47 WIB
Prancis buka Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Ukraina
06 September 2025 4:47 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018