Tunis, (Antara/Reuters) - Para gerilyawan Islam memenggal seorang polisi Tunisia setelah dia diculik di dekat perbatasan Aljazair Minggu malam, kata para pejabat, Senin. Pemerintah telah memperketat keamanan yang sedang mempersiapkan diri untuk pemilihan presiden putaran kedua bulan ini antara petahana Moncef Marzouki dan politisi veteran Beji Caid Essebsi, pemimpin sekuler Partai Nida Tounes. Tunisia telah berjuang untuk menaklukkan Islam garis keras dan kelompok jihad yang menentang transisi ke demokrasi setelah pemberontakan empat tahun lalu terhadap mantan presiden Zine el- Abidine Ben Ali. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Mohamed Ali Laroui mengatakan, polisi ditangkap bersama dengan saudaranya oleh 10 militan yang menyerang mobil yang mereka tumpangi. Saudaranya tersebut dibebaskan, tetapi memenggal Hassan Solatani di Kabupaten Touirif di Kota El Kef, kata Laroui . Saudara itu dirilis, tapi dipenggal Hassan Solatani di District Touirif di kota El Kef, kata Laroui. Satuan-satuan keamanan meluncurkan operasi untuk memburu kelompok Islam itu di daerah, di mana bulan lalu lima petugas juga tewas dalam penyergapan sebuah bis yang membawa tentara. Di antara kelompok-kelompok militan yang beroperasi di Tunisia adalah Ansar al Syariah, yang Amerika Serikat anggap organisasi teroris dan dituduh mendalangi penyerbuan ke Kedutaan AS di Tunis pada tahun 2012. Tanggal pemilihan putaran kedua akan diumumkan pada Selasa. (*/sun)