Gerilyawan Tewaskan Polisi Tunisia Dekat Perbatasan Nigeria
Selasa, 2 Desember 2014 6:08 WIB
Tunis, (Antara/Reuters) - Para gerilyawan Islam memenggal seorang polisi Tunisia setelah dia diculik di dekat perbatasan Aljazair Minggu malam, kata para pejabat, Senin.
Pemerintah telah memperketat keamanan yang sedang mempersiapkan diri untuk pemilihan presiden putaran kedua bulan ini antara petahana Moncef Marzouki dan politisi veteran Beji Caid Essebsi, pemimpin sekuler Partai Nida Tounes.
Tunisia telah berjuang untuk menaklukkan Islam garis keras dan
kelompok jihad yang menentang transisi ke demokrasi setelah
pemberontakan empat tahun lalu terhadap mantan presiden Zine el-
Abidine Ben Ali.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Mohamed Ali Laroui mengatakan, polisi ditangkap bersama dengan saudaranya oleh 10 militan yang menyerang mobil yang mereka tumpangi.
Saudaranya tersebut dibebaskan, tetapi memenggal Hassan Solatani di Kabupaten Touirif di Kota El Kef, kata Laroui .
Saudara itu dirilis, tapi dipenggal Hassan Solatani di
District Touirif di kota El Kef, kata Laroui.
Satuan-satuan keamanan meluncurkan operasi untuk memburu
kelompok Islam itu di daerah, di mana bulan lalu lima petugas juga
tewas dalam penyergapan sebuah bis yang membawa tentara.
Di antara kelompok-kelompok militan yang beroperasi di Tunisia adalah Ansar al Syariah, yang Amerika Serikat anggap organisasi teroris dan dituduh mendalangi penyerbuan ke Kedutaan AS di Tunis pada tahun 2012.
Tanggal pemilihan putaran kedua akan diumumkan pada Selasa. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Utang motor sebabkan pengeroyokan hingga tewaskan penagih hutang di Kalibata
12 December 2025 8:16 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018