Tuapejat (ANTARA) - Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Rijel Samaloisa mempertanyakan keseriusan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah terhadap masalah kesiapsigaan bencana. Pasalnya, kata Rijel di Tuapejat, Rabu, meski Mentawai merupakan laboratorium bencana, tapi masih ada anggapan kalau masalah kebencanaan hanya tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Mentawai merupakan laboratorium bencana, sehingga masalah ini sebenarnya bukan semata tugas BPBD, tapi memerlukan keseriusan kita bersama termasuk para pimpinan SKPD,” kata Wabup. Rijel menambahkan, masalah kebencanaan belum menjadi masalah serius bagi pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Mentawai. Karena mereka masih menganggap masalah kesiapsiagaan bencana ini hanya dikaitkan dengan kinerja dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Hal itu, sebut dia, merupakan pemahaman yang keliru dan harus diluruskan, sehingga cara pandang terhadap merespon kekurangan risiko kebencanaan dapat bersinergi untuk membentuk suatu kajian yang sama antar kelembagaan di jajaran Pemkabn Kepulauan Mentawai. Pada workshop yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan BPBD Mentawai yang sebenarnya ditujukan untuk para pimpinan SKPD Mentawai dalam membentuk persepsi yang sama dalam penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana tersebut. Rijel juga meminta kepada pihak LIPI selaku narasumber untuk tidak berkecil hati terhadap minimnya perhatian dari para pimpinan SKPD yang terkesan mengabaikan acara tersebut. “Di tengah kondisi masyarakat yang masih memprihatinkan, keadaan huntara yang masih membutuhkan perhatian pemerintah pusat maupun daerah, saya tetap mengharapkan kepada bapak-bapak dari LIPI untuk terus memberikan support kepada masyarakat Mentawai terkait kesiap-siagaan bencana.” ujar dia. Workshop kajian risiko bencana dan rencana penanggulangan bencana yang digelar BPBD Mentawai bersama LIPI yang akan digelar sampai 27 Oktober itu antara lain memaparkan agenda kegiatan antara lain tentang sinkronisasi kebijakan dan program SKPD, teknis kajian risiko dan pengurangan risiko bencana dan praktik lapangan dengan menghadirkan para pakar tentang kebencanaan dan tsunami dari LIPI. (krm/jno)