Sebelas Siswa TK Tewas Dalam Kecelakaan Bus di Tiongkok
Kamis, 20 November 2014 6:29 WIB
Beijing, (Antara/Reuters) - Sebelas murid Taman Kanak-Kanak
tewas ketika bus yang mereka tumpangi menabrak sebuah truk di
Tiongkok timur, kata media pemerintah Selasa, terbaru dari
serangkaian kecelakaan yang telah memicu kemarahan atas transportasi sekolah yang tidak aman itu.
Tabrakan terjadi pada sekitar pukul 08.00 waktu setempat ketika truk bertabrakan dengan minibus yang membawa 14 anak di bagian timur
Provinsi Shandong, kata kantor berita resmi Xinhua. Sopir bus itu juga tewas.
Polisi setempat mengatakan, bus kelebihan beban pada saat itu, kata laporan Xinhua. Mestinya bus itu dimaksudkan untuk membawa delapan penumpang.
Serentetan kecelakaan bus sekolah, sering terjadi di daerah terbelakang, telah memicu kemarahan publik atas transportasi aman untuk anak-anak, terutama di negara bagian di mana banyak pasangan yang diizinkan untuk hanya memiliki satu anak.
Pada Juli, 11 penumpang, termasuk anak-anak TK dan guru, tewas ketika bus mereka jatuh ke dalam selokan di Tiongkok selatan.
Delapan anak tewas dalam kecelakaan bus di pulau
Provinsi Hainan pada April.
Pada tahun 2011, sebuah protes nasional meletus atas kematian 18 murid taman kanak-kanak setelah truk batubara menabrak van sekolah mereka yang penuh sesak di barat laut Tiongkok, mendorong perdana menteri Wen Jiabao menjanjikan dana lebih pemerintah untuk
layanan bus sekolah. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siswa SD di Pasaman Barat ikuti gerakan literasi sekolah melalui kampanye gemar membaca
10 February 2026 19:26 WIB
TKA jadi instrumen pemetaan akademik Nasional, Program Intensif Ruangguru hadir dukung kesiapan siswa
03 February 2026 18:08 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018