Seorang Jenderal Kolombia Diculik Gerilyawan
Senin, 17 November 2014 10:41 WIB
Bogota, (Antara/AFP) - Seorang jenderal tentara hilang pada Minggu di kawasan yang dikenal sebagai wilayah kegiatan kelompok sayap kiri FARC, kata Presiden Juan Manuel Santos.
Peristiwa tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan dalam proses perdamaian di negara Amerika Selatan itu.
Santos memerintahkan Menteri Pertahanan Juan Carlos Pinzon untuk menuju ke daerah tertutup di Choco, yang merupakan bagian dari kota Quibdo, guna menyelidiki dugaan "penculikan" terhadap Brigjen Ruben Alzate.
"Kami menginginkan para penangkapnya (semua isyarat mengarah ke FARC) agar segera membebaskannya dengan aman," kata Santos melalui Twitter.
FARC, yang dibentuk pada 1964, kini memiliki sekitar 8.000 pejuang dan merupakan kelompok gerilya terbesar di Amerika Latin serta merupakan kelompok yang terlama melancarkan konflik bersenjata.
Organisasi FARC kini menutup dialog dengan pemerintah Kolombia --yang berusaha mencapai kesepakatan perdamaian serta mengakhiri konflik selama lima dasawarsa. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Padang dan Dirjen KP tinjau lokasi banjir bandang di Lubuk Minturun
03 December 2025 19:18 WIB
Pemkot Bukittinggi sepakati optimalisasi pemungutan pajak bersama DJP dan DJPK
17 October 2025 13:40 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018