Pesawat Rusia Bertolak ke Guinea Bawa Bantuan Obat Ebola
Senin, 17 November 2014 7:01 WIB
Moskow, (Antara/Sputnik) - Dua pesawat Rusia pertama yang membawa obat-obatan dan peralatan rumah sakit untuk Guinea yang dilanda Ebola, telah diberangkatkan dari Sochi, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Igor Konashenkov.
"Dua pesawat transportasi militer Angkatan Udara Rusia yang pertama An-124 dengan rumah sakit lapangan dan obat-obatan untuk Republik Guinea telah bertolak dari Sochi ke bandara Conakry," kata Mayor Jenderal Konashenkov.
Menurut juru bicara itu, pesawat yang membawa lebih dari 150 metrik ton peralatan medis khusus untuk rumah sakit lapangan, yang dapat menjadi tuan rumah bagi 200 pasien dapat diobati secara bersamaan.
Pada Sabtu, Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Rusia, mengumumkan bahwa Rusia telah memutuskan untuk menyumbangkan satu klinik mobile untuk Guinea guna membantu memerangi penyebaran Ebola di negara Afrika Barat itu.
Menurut Peskov, Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu untuk mengatur transportasi yang cepat atas peralatan itu.
Ebola telah menewaskan total 5.177 orang, dengan 14.413 dikonfirmasi, kemungkinan, dan tersangka kasus virus yang telah dilaporkan, menurut data terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Meskipun tidak ada obat resmi yang disetujui untuk Ebola, beberapa negara, termasuk Rusia, saat ini bekerja untuk mendapatkan vaksin. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
12 hari dirawat, atlet gimnastik Indonesia Naufal wafat saat pelatihan di Rusia
26 September 2025 8:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018