Ledakan di Filipina Selatan Cederai Delapan Orang
Senin, 17 November 2014 6:58 WIB
Kabacan, Filipina, (Antara/AFP) - Perangkat bahan peledak rakitan (IED) meledak Minggu di jembatan penyeberangan di Filipina selatan bergolak, melukai delapan orang, kata pihak berwenang setempat.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di kota Kabacan, di Pulau Mindanao itu, di mana berbagai kelompok gerilyawan Muslim aktif.
"Tiga korban berada dalam kondisi cedera kritis akibat pecahan peluru," kata David Saure, seorang pejabat bencana kota, kepada wartawan.
Polisi mengatakan mereka tidak punya tersangka langsung.
Kabacan, satu kota pertanian berpenduduk lebih dari 80.000 orang, terletak dekat daerah kubu gerilyawan Muslim yang menentang penyelesaian perdamaian antara pemerintah dan kelompok pejuang Islam terbesar di negara itu.
Pada Jumat polisi mengatakan dua orang, termasuk seorang gadis, tewas di tetangga kota Pikit ketika sempalan Pejuang Pembebasan Islam Bangsamoro (BIFF) menembakkan mortir kepada tentara dan polisi yang mencoba untuk menangkap satu pemimpin kelompok.
BIFF memisahkan diri dari kelompok gerilyawan Muslim utama, Front Pembebasan Islam Moro (MILF), pada tahun 2008 ketika MILF terlibat dalam pembicaraan perdamaian dengan pemerintah.
Dengan kekuatan 10.000 personel MILF menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah pada Maret, tetapi BIFF, yang diyakini memiliki hanya beberapa ratus pejuang, menolak perjanjian itu.
Pihaknya telah bersumpah untuk berjuang mendirikan satu negara Islam di Filipina selatan yang mayoritas Katolik. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018