PM Inggris Cameron "Bergidik" Lihat Pembunuhan Kassig
Senin, 17 November 2014 6:55 WIB
London, (Antara/AFP) - Perdana Menteri Inggris David Cameron Ahad mengatakan dia "bergidik" setelah kelompok haris keras Negara Islam (IS) mengaku telah mengeksekusi pekerja bantuan Amerika Serikat Peter Kassig, yang dikenal sebagai Abdul-Rahman setelah
masuk Islam.
"Saya ngeri dengan pembunuhan berdarah dingin atas Abdul-Rahman Kassig," kata Cameron menulis di Twitter.
"Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) telah kembali menunjukkan kebobrokan mereka. Pikiran saya adalah dengan keluarga korban."
Video IS, yang sedang diperiksa oleh para pejabat intelijen AS dan
Kantor Luar Negeri Inggris, juga menunjukkan pemenggalan simultan mengerikan setidaknya terhadap 18 orang yang digambarkan sebagai personil militer Suriah, yang terbaru dalam serangkaian massa eksekusi yang dilakukan oleh pejuang IS.
Cameron menyebut Kassig "seorang pekerja kemanusiaan tanpa pamrih yang telah pergi ke kawasan itu untuk membantu" dan mengatakan bahwa pembunuhan itu diasumsikan "menggarisbawahi ketercelaan yang sangat mendalam para teroris itu yang dipersiapkan untuk pergi."
Pemerintah Inggris sementara itu mengatakan pihaknya mengamati laporan surat kabar yang melaporkan bahwa "Jihad John", seorang pria beraksen Inggris yang muncul dalam video sebelumnya yang menunjukkan pembunuhan terhadap dua wartawan AS dan dua pekerja bantuan Inggris,
telah terluka dalam serangan udara pimpinan AS pekan lalu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Resmi perpanjang kontrak, Thomas Tuchel akan terus latih Inggris hingga 2028
13 February 2026 4:41 WIB
Nusron Wahid sambut positif rencana Presiden Prabowo bangun gedung umat di eks-Kedubes Inggris
10 February 2026 10:05 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018