Tokyo, (Antara/AFP) - Kurs dolar AS naik tipis di perdagangan sore Asia pada Selasa, naik kembali di atas 115 yen dengan para investor menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal ketiga minggu depan. Di Tokyo, greenback menguat menjadi 115,22 yen, setelah merosot menjadi 114,71 yen di awal perdagangan, dari 114,83 yen di New York. Dolar berada di 114,16 di Tokyo pada Senin pagi. Euro hampir datar di 1,2422 dolar dibandingkan dengan 1,2420 dolar, sementara itu menguat menjadi 143,11 yen dari 142,62 yen di perdagangan AS. "Pasar tampaknya sedang mengindikasikan perdagangan di kisaran sangat sempit," Toshihiko Sakai, manajer senior perdagangan valas dan produk keuangan di Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corp, mengatakan kepada Dow Jones Newswires. Greenback telah melonjak terhadap yen, sejak BoJ pada 31 Oktober mengatakan pihaknya akan memperluas program stimulus yang sudah besar, yang secara efektif mencetak lebih banyak uang. Dolar dibeli 109,20 yen sebelum tindakan BoJ tersebut. Unit AS melemah pada Jumat (7/11) setelah laporan pekerjaan AS yang meskipun sehat, datang di bawah ekspektasi. Namun, dolar meningkat lagi pada Senin karena taruhan baru bahwa ekonomi AS akan terus menguat lebih cepat daripada negara besar lainnya. Fokus sekarang telah bergeser ke Tokyo apakah akan menaikkan pajak penjualan lagi pada tahun berikutnya, dengan laporan pers mengatakan sebuah rencana kenaikan pajak mungkin akan menunda belanja konsumen yang tetap lesu menyusul kenaikan pajak pada April. Perdana Menteri Shinzo Abe mungkin menggelar pemilu lebih dini pada Desember, mencari mandat baru jika ia memutuskan untuk menunda kenaikan pajak kedua, kata laporan. Abe mengatakan dia akan membuat keputusan setelah melihat data ekonomi terbaru, terutama data produk domestik bruto Juli-September yang akan dirilis pada Senin pekan depan. PDB Jepang menyusut 1,8 persen pada April-Juni, atau mengalami kontraksi 7,1 persen pada tingkat tahunan, menunjukkan yang terburuk sejak bencana gempa-tsunami Fukushima 2011. Dolar sebagian besar menguat terhadap mata uang Asia-Pasifik. Unit AS meningkat menjadi 1,2923 dolar Singapura dari 1,2884 dolar Singapura pada Senin, menjadi 1.091,00 won Korea Selatan dari 1.084,70 won dan menjadi 32,84 baht Thailand dari 32,74 baht. Dolar juga menguat menjadi 61,55 rupee India dari 61,48 rupee, menjadi 44,99 peso Filipina dari 44,88 peso dan menjadi 12.193,00 rupiah Indonesia dari 12.149,00 rupiah. Namun, dolar merosot menjadi 30,54 dolar Taiwan dari 30,56 dolar Taiwan. Dolar Australia merosot ke 86,29 sen AS dari 86,75 sen AS, sementara yuan Tiongkok menguat pada 18,82 yen terhadap 18,67 yen. (*/jno)