BI: Menkeu Baru Hadapi Tantangan "Twin Deficit"
Senin, 27 Oktober 2014 19:55 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro akan menghadapi sejumlah tantangan di antaranya terkait masalah "twin deficit" (defisit kembar) yaitu defisit transaksi berjalan dan defisit fiskal.
"Kami melihat ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi antara lain twin deficit, defisit transaksi berjalan dan defisit fiskal," kata Agus saat menghadiri serah terima jabatan Menteri Keuangan di Jakarta, Senin.
Agus mengatakan pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan perlu merespon neraca transaksi berjalan yang telah mengalami defisit selama kurang lebih selama 10 triwulan, serta masalah fiskal terutama terkait turunnya penerimaan pajak.
"Ini perlu disikapi, salah satunya terkait kondisi repatriasi keuntungan agar tidak lari keluar negeri, penyikapan fiskal dilakukan agar investor menaruh uangnya di dalam negeri. Tantangan lainnya terkait defisit neraca pendapatan dan jasa," katanya.
Selain itu, lanjut Agus, penyikapan lainnya terkait kondisi fiskal yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah masalah kebijakan subsidi energi agar dapat lebih tepat sasaran, dan implementasinya tidak lagi membebani anggaran negara.
"Dalam APBN 2015, total subsidi energi mencapai Rp340 triliun, dan itu akan sangat baik, seandainya subsidi produk diubah kepada pihak yang membutuhkan. Ini memang sudah dibicarakan antara pemerintah dengan Bank Indonesia," kata Agus.
Bambang Brodjonegoro ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan, untuk mengatasi berbagai masalah terkait ketahanan fiskal serta percepatan program pemerintah melalui alokasi dan kecepatan penyaluran anggaran.
Karir Bambang di pemerintahan bermula ketika ditunjuk oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan sejak 21 Januari 2011, menempati posisi yang ditinggalkan Anggito Abimanyu.
Bambang kemudian dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Menteri Keuangan II pada 1 Oktober 2013, mengisi tempat Mahendra Siregar, yang terpilih untuk menempati jabatan sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Pada 13 Oktober 2014, Bambang menerima anugerah Bintang Mahaputra Utama dari Presiden, yang diberikan sebagai penghargaan atas jasa-jasa yang luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa serta negara. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB