Beirut, (ANTARA/AFP) - Pertempuran seru berkobar di kamp pengungsi Yarmuk di Damaskus selatan Selasa ketika pemberontak berusaha mengusir satu milisi Palestina pro-pemerintah Suriah, kata satu kelompok pemantau. Bentrokan baru itu terjadi dua hari setelah pesawat-pesawat tempur membom kamp itu untuk pertama kali sejak dimulainya konflik Suriah 21 bulan, menewaskan delapan warga sipil, kata Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah yang bermarkas di Inggris itu. Serangan itu dilakukan beberapa jam setelah pemberontak Tentara Pembebasan Suriah melakukan gerak maju penting ke Yarmuk, satu pangkalan kelompok garis keras yang adalah sekutu dekat pemerintah Presiden Bashar al-Assad. Pada Selasa, ledakan-ledakan terdengar di dalam kamp itu di tengah-tengah pertempuran seru yang melibatkan batalyon pemberontak dengan para petempur Palestina,kata Observatorium itu. "Ada sejumlah warga Palestina yang berperang dengan pemberontak. Dalam tiga hari belakangan ini kami melihat mayat-mayat para petempur Paletina yang tewas dalam pertempurun dengan pasukan oposisi di provinsi Damaskus," kata direktur Observatorium itu Rami Abdel Rahman. Sementara itu, penduduk meninggalkan kamp itu pada hari kedua, kata Observatorium itu, dan menambahkan distrik-distrik selatan lainnya juga ditembaki Senin malam, yang menyebabkan penduduk lari ke tempat-tempat terdekat. Bentrokan senjata juga meletus antara pemberontak dan tentara di kota Beit Saham tenggara Damaskus di jalan raya bandara Damaskus, sementara beberapa orang cedera akibat peluru mortir di kota terdekat Jaramana. Senin malam, pasukan pemerintah juga melancarkan operasi-ioprasi di pinggir ibu kota itu, menembski Harasta, Irbin dan Zamalka, kata Observatorium yang juga melaporkan serangan-serangan ke kota Daraya di barat daya. (*/jno)