Bakutembak Pasukan Iran-Pakistan, Tiga Tentara Tewas
Sabtu, 18 Oktober 2014 19:11 WIB
Teheran, (Antara/AFP) - Dua penjaga perbatasan Iran dan seorang anggota paramiliter Pakistan tewas dalam bakutembak, kata sumber kedua pihak, Jumat, sementara Teheran mengatakan pemberontak berusaha memmasuki negaranya.
"Beberapa pemberontak" juga tewas dalam pertempuran pada Kamis malam, kata kantor berita Iran ISNA mengutip pernyataan pejabat militer, dengan menambahkan bahwa sebuah mobil dan sejumlah senjata disita.
Sementara itu, seorang pejabat di Pakistan mengatakan seorang personil paramiliter twwas dan empat tentara cedera ketika kendaraan mereka ditembaki oleh para penjaga perbatasan Iran.
"Patroli FC (Korps Perbatasan) Pakistan mengejar dua tersangka dalam satu mobil ketika para penjaga perbatasan Iran menembaki dari seberang perbatasan , menewaskan serorang prajurit yunior dan mencederai empat twntara," kata juru bciara Wasey Khan kepada AFP.
Menteri dalam negeri Provinsi Baluchistan Pakistan,Abar Hussain Durani, mengonfirmasikan insiden itu dan jumlah para korban.
Tidak jelas apakah mobil yang dikejar oleh tentsra Pakista itu sama dengan yang disita setelah penembakan di lintas perbatasan itu.
Baluchistan terletak dekat Provinsi Sistan-Baluchistan Iran di mana ISNA mengatakan penembakan itu terjadi dan pemberontak melakukan serangan awal bulan ini menewaskan lima orang, empat diantara mereka personil pasukan keamanan.
Media Iran mengatakan 14 orang ditahan sehubungan dengan serangan-serangan itu.
Bulan lalu seorang serdadu tewas dan dua anggota milisi pro-pemerintah cedera dalam satu serangan yang dituduh dilakukan oleh kelompok garis keras Sunni Jaish-ul-Adl (Tentara Keadilan).
Kelompok yang sama menahan lima tentara Iran Februari lalu, empat dari mereka dibebaskan April lalu. Nasib orang kelima tidak diketahui.
Provinsi Sistan-Baluchistan banyak dihuni masyaraat Sunni di negara yang mayoritas Syiah itu, dan dilanda aksi kekerasan melibatkan kelompok garis keras Sunni dan para penyelundup narkoba.
Iran berulang-ulang meminta Pakstan bertindak "menghentikan penyusupan para terois" dan menugaskan Pengawal Revolusi untuk mengawasi daerah perbatasan yang rawan itu.
Baluchistan Pakistan yang kaya sumber alam dilanda konflik separatis yang kembali aktif tahun 2004, dengan kelompok nasionalis berusaha menghentikan apa yang mereka sebut pemerasan sumber-sumber alam wilayah itu dan pelanggaran hak asasi manusia.
Gagasan untuk memberikan otonomi lebih luas kepada provinsi itu, daerah seluas Italia, tetapi dengan hanya sembilan juta penduduk, adala sangat rawan dalam satu nrgara yang pecah dengan merdekanya wilayah timurnya, kini Bangladesh tahun 1971. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Padang pimpin apel gelar pasukan pasca tanggap darurat bencana hidrometeorologi
29 December 2025 15:48 WIB
Apel gelar pasukan Posko Nataru 2025/2026, KAI siap jaga kelancaran mobilitas nasional
18 December 2025 11:08 WIB
Tekan angka kecelakaan, Polres Pessel gelar Apel Pasukan Operasi Zebra Langkisau 2025
17 November 2025 20:14 WIB
Presiden akan kukuhkan 6 Kodam baru Minggu (10/8), termasuk Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol
08 August 2025 20:57 WIB
BNPB gelar apel pasukan dan peralatan kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kota Padang
07 May 2025 18:59 WIB
Pemkot Pariaman pastikan perekrutan pasukan Paskibraka bebas dari intervensi
12 April 2025 14:02 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018