Painan, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menargetkan produktivitas tanaman padi pada tahun 2014 mencapai 6,2 ton per hektare. "Kami sudah melakukan berbagai program sebagai upaya dalam meningkatkan produksi padi ini. Program tersebut seperti perluasan areal sawah, pengembangan sistem of rice intensifikation (SRI) atau menanam padi sebatang," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan dan Perkebunan Pesisir Selatan, Afrizon Nazar di Painan, Senin. Ia menyebutkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi, pemkab juga mengucurkan bantuan bibit padi, penerapan teknologi pertanian, pemakaian alat mesin pertanian dan sebagainya. Selain itu, pemkab juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya petani melalui kerja sama dengan badan penyuluhan sebagai motivator bagi petani. Berbagai upaya tersebut dilakukan karena besarnya potensi pertanian yang dimiliki Pesisir Selatan. Selama ini produktivitas yang dicapai setiap tahunnya terus melebihi target rata-rata yang ditetapkan. Pada musim panen tahun lalu (2013) produktivitas tanaman padi di Pesisir Selatan mencapai 5,6 ton per hektare dari target rata-rata produksi sebanyak 5,4 ton per hektare. Jumlah kepala keluarga yang bergerak di sektor itu sekitar 65 persen dari jumlah penduduk kabupaten itu yang tersebar di 15 kecamatan yang ada. Sementara Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perkebunan Pesisir Selatan Widyadari mengatakan, kabupaten itu termasuk salah satu daerah penyumbang beras terbesar di luar Pulau Jawa dalam pencapaian target beras pada tahun-tahun sebelumnya. Surplus beras di kabupaten itu sudah terjadi sejak tahun 2007. Hingga tahun 2012 peningkatan produksi rata-rata 6,2 persen per tahun. Pada tahun 2009 hingga 2012 rata-rata produksi gabah di kabupaten itu sebesar 243,7 ton atau meningkat sebanyak 5,2 persen dari tahun sebelumnya. Menurut dia, kebutuhan masyarakat setempat akan beras pada tahun 2013 sebanyak 57.800 ton per tahun dari jumlah penduduk sebanyak 528.000 jiwa, sementara produksi beras mencapai 253.000 ton. Saat ini kabupaten itu memiliki lahan sawah seluas sekitar 56.000 hektare dengan tingkat produksi 246.000 ton. Melalui berbagai upaya yang dilakukan, kedepan diharapkan produksi padi terus meningkat. (*/jun)