Rum Jadi Minuman Pilihan Pelipur Lara Warga Venevuela
Jumat, 3 Oktober 2014 14:15 WIB
Karakas, (Antara/AFP) - Selama bertahun-tahun, wiski merupakan minuman keras pilihan dan lambang sosial orang Venezuela, karena harganya mahal, barang impor yang dirindukan semasa industri minyak berjaya di negeri tersebut.
Namun dengan ekonomi yang lesu, orang Venezuela berbalik memilih minuman rum buatan dalam negeri untuk pelipur lara.
Krisis nilai tukar, inflasi dan kelangkaan bahan kebutuhan pokok, telah menutup hari-hari gemilang ketika negeri itu menyatakan sebagai negara penghasil minyak utama dengan membeli wiski Skotlandia dan Irlandia.
Penjualan wiski turun 29 persen tahun lalu sebaliknya rum naik 22,6 persen di Venezuela.
Produksi rum dalam negeri naik dari 15,8 juta liter pada 2012 menjadi 21,8 juta liter tahun lalu.
"Anjloknya penjualan wiski antara lain karena kelangkaan mata uang asing. Tidak ada dolar untuk mengimpor sehingga konsumen mendapatkannya dari pasar gelap -- hampir 15 kali lebih mahal, dan harga sangat melonjak," kata pengritik makanan dan minuman, Miro popic.
"Sementara itu teknik menyuling rum di dalam negeri semakin meningkat, maka banyak orang beralih ke rum, pilihan yang lebih murah," katanya. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas batangan Antam turun Rp14.000 jadi Rp2,94 juta per gram, Senin (16/02/2026)
16 February 2026 9:21 WIB
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Menuju Kota Gastronomi, Wako Fadly Amran : Subsektor kuliner jadi lokomotif kreatif Padang
09 February 2026 17:27 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018