Kinshasa, (Antara/AFP) - Lebih dari 2.000 orang turun ke jalan Kinshasa, Sabtu, untuk memprotes upaya Presiden Joseph Kabila memodifikasi konstitusi agar dapat tetap berkuasa melampaui batas jangka dua periode. Menanggapi panggilan oleh beberapa partai oposisi, peserta pawai - sebagian besar pemuda - berteriak "Kabila Harus Pergi" saat mereka menuju stadion di utara ibu kota Kongo. Para pengunjuk rasa termasuk para tokoh terkenal dari dua partai oposisi utama, Persatuan untuk Bangsa Kongo (UNC) dan Persatuan untuk Demokrasi dan Kemajuan Sosial (UDPS), yang keduanya memiliki kursi di parlemen. Kabila menjadi pemimpin termuda di Afrika pada usia 29 ketika ia didorong berkuasa setelah kematian ayahnya, Laurent Kabila, pada tahun 2001, pada puncak perang saudara yang dikenal sebagai "Perang Besar Afrika". Ia memenangkan pemilu pada tahun 2006 dan 2011, tetapi konstitusi mengharuskan dia untuk minggir setelah berakhir jangka waktu saat ini, pada tahun 2016. Pemimpin UDPS Etienne Tshisekedi yang adalah pemenang kedua pada pemilu 2011, satu hasil oposisi yang ditolak setelah pemungutan suara oleh para pengamat internasional dikatakan cacat serius. (*/jno)