PBB, AS, (Antara/AFP) - Prancis menginginkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa menambahkan kelompok Islam Libya Ansar al-Sharia untuk dimasukkan ke dalam daftar-hitam terorisnya, kata Menteri Luar Negeri Laurent Fabius Kamis, dan menyatakan Libya adalah "tong mesiu teroris." Aktif di kota kedua Libya Benghazi, Ansar al-Sharia sudah didaftar teroris oleh AS, dan parlemen Libya juga telah memberi label mereka teroris. "Prancis telah meminta agar Ansar al-Sharia ditambahkan ke dalam daftar teroris Dewan Keamanan, yang disebut daftar Al-Qaida," kata Fabius dalam pertemuan mengenai Libya yang diadakan di sela-sela Dewan Keamanan PBB. "Kita harus memastikan bahwa kelompok-kelompok ini menghadapi sanksi," kata Fabius, yang menggambarkan Libya sebagai "tong mesiu teroris." Inklusi pada daftar teror PBB berarti anggota kelompok tergantung pada larangan visa, pembekuan aset dan embargo senjata. Libya yang kaya minyak telah diguncang oleh ketidakstabilan politik sejak pemberontakan yang didukung NATO menggulingkan dan membunuh diktator kawakan Moamer Gaddafi pada tahun 2011. Tiga tahun kemudian, pemerintah Perdana Menteri Abdullah al-Thani dan parlemen yang pemilihannya dilakukan Juni dan diakui secara internasional ditantang oleh pesaingnya, pemerintah yang didukung oleh kubu Islam. Negara ini juga sedang terkoyak oleh pertempuran antara para pejuang Islam dan milisi nasionalis. (*/sun)