Kabul, (Antara/AFP) - Seorang pembom bunuh diri Taliban menabrakkan mobil yang membawa bom ke satu konvoi pasukan asing di Kabul Selasa, yang menimbulkan ledakan kuat dan menyebabkan timbulnya korban. Di pinggir jalan lokasiledakan itu pasukan asing memberikan bantuan pertama kepada rekan-rekan mereka satu konvoi yang berdarah, tetapi kebangsaan mereka yang jadi korban tidak jelas. Ledakan itu terjadi dekat pintu masuk utama ke kedutaan besar AS yang dijaga ketat pada sekitar pukul 08.00 waktu setempat (20.30 WIB) saat lalu lintas sibuk, dengan beberapa orang luka parah, kata seorang juru foto AFP di lokasi itu. Satu kendaraan dari konvoi itu terlempar dari jalan itu dan akibat ledakan yang juga dekat gedung Mahkamah Agung dan satu pangkalan militer. Itu adalah serangan besar pertama kali di ibu kota Afghanistan itu dalam beberapa pekan belakangan ini, saat para politisi Afghanistan berusaha mengatasi kebuntuan menyangkut hasil pemilihan presiden 14 Juni. "Seorang pembom bunuh diri menargetkan satu konvoi pasukan asing di jalan raya menuju bandara," kata Farid Afzali, kepala departemen penyelidikan polisi kota itu kepada AFP. Taliban segera mengklaim bertanggung jawab melalui akun Twitter. Dua kandidat presiden dalam pemilu itu Senin melakukan perundingan-perundingan untuk mengakhiri kebuntuan menyangkut siapa yang menang untuk menggantikan Presiden Hamid Karzai, yang memerintah sejak jatuhnya pemerintah Taliban. Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah terlibat konflik menyangkut perjanjan pembagian kekusaan setelah adanya tuduhan terjadi kecurangan besar dalam pemilu itu yang mengancam timbulnya ketidak stabilan sementara pasukan NATO yang dipimpin AS akan meninggalkan negara itu. Ghani,yang menurut hasil awal pemilu dinyatakan unggul, tetapi Abdullah tetap mengatakan ia adalah korban kecurangan pemilu yang didukung negara. Kebuntuan itu mengancam hancurnya usaha bantuan sipil dan militer yang dipimpin AS sejak jatuhnya pemerintah Taliban tahun 2001 akan meninggalan Afghanistan sebagi satu negara demokratik. Dengan pemerintah lumpuh selama berberapa bulan, itu telah membuat gerilyawan Taliban semakin berani, melemahkan ekonomi dan menempatkan militer internasional dan dukungan bantuan berada dalam bahaya. PBB menyatakan khawatir bahwa hasil pemilu yang disengketakan itu dapat menghidupkan kembali aksi krkerasan etnik dari perang saudara tahun 1990an, ketika negara iti dilanda kekacauan yang memungkinkan Taluban berkuasa. Ledakan Selasa itu menggetarkan gedung-gedung dan alaram sirene berbunyi di kedubes AS sementara kendaran-kendaana darurat dikerahkan ke lokasi ledakan itu, yang adalah salah satu dari lokasi-lokasi lalulintas yang ramai di Kabul. (*/sun)