New York, (Antara/Reuters) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama Selasa diperkirakan akan menjelaskan secara rinci rencana untuk meningkatkan keterlibatan negaranya dalam pengurangan wabah Ebola di Afrika Barat, kata "Wall Street Journal" Minggu. Rencana itu akan membuat keterlibatan militer AS lebih besar dalam menanggulangi wabah tercatat terburuk dan mematikan Virus Ebola, kata laporan Journal, mengutip orang yang akrab dengan usulan itu. Wabah itu kini telah menewaskan lebih dari 2.400 orang, sebagian besar di Liberia, tetangganya Guinea dan Sierra Leone karena buruknya sistem aumber daya kesehatan di Afrika Barat selama ini. Pemerintah AS telah berkomitmen untuk menyediakan sekitar 100 juta dolar guna mengatasi wabah tersebut dengan menyediakan alat-alat pelindung bagi petugas kesehatan, makanan, air, kesehatan dan peralatan kebersihan. Obama akan meminta Kongres untuk tambahan 88 juta dolar guna mendanai proposalnya itu, kata WSJ. Rincian rencana diharapkan dibeberkan selama kunjungan Obama Selasa ke Pusat untuk Pengendali dan Pencegahan Penyakit di Atlanta. Langkah ini muncul hanya beberapa hari setelah Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf meminta kepada Obama untuk bantuan darurat, mengatakan bahwa tanpa itu negaranya akan kalah melawan penyakit tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa epidemi menyebar secara eksponensial di Liberia, di mana lebih dari separoh dari jumlah kematian telah dicatat. Militer AS mengatakan baru-baru bahwa pihaknya akan membangun 25 tempat tidur rumah sakit lapangan di Liberia untuk merawat para petugas kesehatan yang terinfeksi, tetapi akan menyerahkannya kepada Liberia untuk menjalankannya. Pada Jumat, Duta Besar AS untuk Liberia Deborah Malac mengatakan, Washington akan melatih pasukan keamanan dalam operasi isolasi, setelah anak laki-laki ditembak mati bulan lalu ketika tentara Liberia menembaki kerumunan orang memprotes karantina di lingkungan Monrovia. (*/sun)