Serbuan Tewaskan 19 Saat Kurdi Bentrok dengan Gerilyawan
Senin, 15 September 2014 7:14 WIB
Beirut, (Antara/AFP) - Serangan menewaskan 19 warga sipil, Minggu, saat Kurdi Suriah terlibat pertempuran sengit melawan pejuang garis keras dari Negara Islam (IS) di provinsi timur laut Hasakeh, kata satu kelompok pemantau.
Di antara warga sipil yang tewas di desa Hajiyeh dan Tal Khalil adalah lima anak-anak, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Kematian itu tiba saat Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) mencapai gerak maju dalam perjuangan mereka melawan IS, merebut serangkaian desa di sekitar benteng jihad Tal Hamis, yang strategis dan penting karena kedekatannya dengan kota utama Kurdi, Qamishli.
Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan kepada AFP bahwa YPG, yang didukung oleh orang-orang suku Arab yang melawan IS, dan para pejuang IS menggunakan "semua jenis peluru" untuk
menargetkan posisi yang berlawanan dalam pertempuran.
"Tidak mungkin untuk mengkonfirmasi siapa dalang di balik penembakan yang menewaskan 19 warga sipil itu," katanya.
Observatorium sebelumnya melaporkan adanya serangan udara oleh angkatan udara Suriah terhadap sasaran kelompok garis keras di Provinsi Hasakeh Sabtu dan Minggu pagi.
Para pejuang Kurdi adalah yang pertama di Suriah berperang melawan IS, yang sebelumnya disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL).
Mereka diikuti oleh pemberontak yang berusaha menggulingkan Presiden Bashar al-Assad dan rezim baru-baru ini meningkatkan kampanye sendiri terhadap IS, melakukan serangan udara hampir setiap hari terhadap posisi ISIS.
Perkembangan di Hasakeh itu terjadi sehari setelah serangan udara pada kamp pelatihan IS di Deir Ezzor yang dikuasai pemberontak, menewaskan 17 pejuang dan seorang anak, kata Observatori dalam satu jumlah korban baru.
Presiden AS Barack Obama mengumumkan pada Rabu bahwa ia telah resmi melakukan ekspansi ke Suriah, selain kampanye udara AS terhadap IS ia diluncurkan di Irak pada awal Agustus.
Tidak ada serangan AS sejauh ini, tetapi pengumuman Obama menuai protes Damaskus dan sekutunya Iran dan Rusia. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Utang motor sebabkan pengeroyokan hingga tewaskan penagih hutang di Kalibata
12 December 2025 8:16 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018