Lavrov: AS Ingin Putuskan Hubungan Ekonomi Antara Uni Eropa-Rusia
Minggu, 14 September 2014 6:47 WIB
Moskow, (Antara/AFP) - Amerika Serikat menggunakan krisis Ukraina untuk memotong hubungan ekonomi antara Uni Eropa dan Rusia memaksa Eropa untuk membayar lebih untuk gas, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Sabtu.
"AS sedang mencoba untuk menggunakan krisis di Ukraina untuk memecahkan hubungan ekonomi antara Uni Eropa dan Rusia, serta memaksa Eropa membeli gas AS dengan harga jauh lebih tinggi," kata Lavrov dalam satu pernyataan kementerian dalam wawancaranya dengan TV Pusat Rusia.
Washington ingin menggunakan konflik lima bulan di Ukraina "untuk merobek ekonomi Eropa dari Rusia, dan tawar-menawar untuk dirinya sendiri yang paling menguntungkan dalam konteks perundingan yang sedang berlangsung, pada pembentukan perdagangan transatlantik dan kemitraan investasi".
Lavrov menuduh Washington mencoba untuk "memaksakan pada Eropa pengiriman gas alam cair AS dengan harga yang tidak kompetitif dibandingkan dengan harga gas Rusia ".
Rusia memasok sekitar sepertiga dari gas Uni Eropa.
Menteri luar negeri Rusia mengatakan, Uni Eropa "siap untuk mengorbankan ekonomi politiknya", sambil menambahkan bahwa Brussels telah menyetujui serangkaian sanksi baru melawan Rusia sehari Ukraina menandatangani perjanjian gencatan senjata di Minsk.
Tetapi Lavrov mengatakan bahwa apa yang ia lihat sebagai Bias Uni Eropa terhadap Rusia, akan segera berubah karena "suara yang masuk akal" dalam blok itu telah menunjuk "situasi paradoks" yang memaksakan sanksi baru seperti kesepakatan gencatan senjata.
Pada Sabtu, Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin mencari untuk "menghilangkan" Ukraina sebagai negara merdeka.
Komentarnya itu datang setelah militer Ukraina mengatakan pihaknya telah dipukuli kembali besar serangan pemberontak di bandara Donetsk, ajang pertempuran utama dalam pemberontakan lima bulan di wilayah timur. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018