Jakarta, (Antara) - Dinas Kesehatan Jakarta Timur membekali pemimpin wilayah tingkat kota, kecamatan dan kelurahan dalam pencegahan virus Ebola seiring kunjungan warga negara asing (WNA) dari negara terjangkit virus berbahaya itu cukup tinggi di daerah tersebut. "Kunjungan WNA dari Afrika Barat, Guinea, Negeria, Liberia ke Indonesia khususnya Jakarta cukup tinggi, sehingga virus berbahaya itu cukup berpotensi menularkan kepada warga," kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Jakarta Timur, Indra di Jakarta, Jumat. Ia menjelaskan, sosialisasi bahaya virus ebola ini kepada pemimpin wilayah beserta jajarannya penting, karena mereka juga akan mensosialisasikan kepada warga, bagaimana mengenal dan mencegah virus yang mematikan itu. "Tugas kita hanya bersifat pembinaan, agar pemimpin wilayah dan warga untuk waspada karena penularan virus ini sangat mudah," ujarnya. Ia mengatakan, virus Ebola dapat ditularkan melalui keringat tubuh, darah, air mata, air liur, cairan tubuh, berhubungan seks. "Kita berharap warga untuk lebih berhati-hati dan menghindari kontak atau bersentuhan dengan orang yang berasal dari negara-negara terjangkit berbahaya itu," ujarnya. Menurut dia, virus sangat berbahaya, bayangkan saja orang yang mengurus pemakaman jenazah penderita Ebola harus menggunakan pelindung di seluruh tubuhnya untuk mencegah virus itu. "Untuk membasmi virus ini sangat sulit sekali, sehingga diperlukan kewaspadaan yang tinggi," ujarnya. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata dia, sebanyak 84 orang lagi tewas di Afrika Barat akibat virus Ebola, sehingga jumlah korban tewas akibat epidemi menjadi 1.229 orang. "Mudah-mudahan dengan pembekalan bahaya Ebola kepada pemimpin wilayah dan sosialisasi kepada warga dapat menambah ilmu dalam mengantisipasi dan mencegah penularan virus tersebut," ujarnya. (*/sun)