Rusia Peringatkan Ukraina Terhadap Bergabung dengan Nato
Jumat, 5 September 2014 7:02 WIB
Moskow, (Antara/AFP) - Dorongan terbaru Ukraina untuk bergabung dengan NATO berisiko menggelincirkan kemajuan menuju pencapaian gencatan senjata dan kesepakatan perdamaian untuk mengakhiri konflik di bagian timur negara itu, kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Kamis.
"Baru saja pendekatan sedang dijajaki untuk mulai menyelesaikan masalah konkret antara Kiev dan pemberontak, Kiev telah menyerukan untuk mengakhiri status non-bloknya dan mulai bergabung dengan NATO," kata Sergei Lavrov.
"Ini merupakan upaya jelas untuk menggagalkan upaya untuk memulai dialog guna memastikan keamanan nasional," kata Lavrov seperti dikutip oleh kantor berita Rusia.
Dia menambahkan, Rusia berharap bahwa Kiev dan pemberontak akan mengambil rencana perdamaian tujuh butir yang disarankan oleh Presiden Vladimir Putin ketika mereka bertemu Jumat untuk pembicaraan di Minsk.
Komentar-komentar Lavrov muncul pada saat Presiden Ukraina Petro Poroshenko dijadwalkan untuk berpidato di hadapan para pemimpin NATO pada pertemuan puncak di Wales.
Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk mengatakan pekan lalu bahwa ia akan meminta parlemen untuk menjatuhkan kebijakan negara non-blok dan mendukung upaya keanggotaan NATO.
Langkah tersebut akan menggusarkan Rusia, yang telah menuntut bahwa Ukraina tetap netral.
NATO menawarkan keanggotaan penuh Ukraina pada tahun 2008, ketika Rusia berperang melawan bekas negara Soviet lainnya, Georgia, tetapi pada tahun 2010 kemudian Presiden Viktor Yanukovych memilih untuk berkebijakan non-blok. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018