Putin: Rusia harus Siap Merespon Agresi Apapun
Sabtu, 30 Agustus 2014 7:38 WIB
Lake Seliger, Rusia, (Antara/Reuters/AFP) - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Jumat bahwa Rusia tidak berkeinginan untuk terlibat dalam konflik skala besar, tetapi harus mampu menanggapi setiap ancaman.
"Rusia masih jauh dari terlibat dalam konflik skala besar. Kami tidak menginginkan hal itu dan tidak berencana untuk itu."
"Tetapi secara alami, kita harus selalu siap untuk mengusir agresi apapun terhadap Rusia," katanya, berbicara kepada satu kamp pemuda di luar Moskow.
di Mons, Belgia, seorang pejabat senior NATO Kamis mengatakan bahwa "lebih dari seribu" tentara Rusia kini sedang beroperasi di Ukraina.
"Mereka mendukung separatis, berkelahi dengan mereka dan berjuang di antara mereka," kata pejabat yang tak bersedia disebut namanya itu, dan menambahkan bahwa pasokan senjata oleh Rusia telah meningkat baik dalam "volume maupun kualitas".
Pejabat, yang berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan puncak NATO pekan depan di Inggris itu, mengatakan situasi dibuat bahkan lebih mengkhawatirkan karena rute penting antara Donetsk dan Novoazovsk, di Laut Azov dekat dengan perbatasan Rusia, telah dipotong oleh pasukan pro-Kremlin.
"Garis pasokan juga dipotong" untuk tentara Ukraina, katanya.
Pejabat itu memperingatkan bahwa peristiwa terbaru di Ukraina "telah membuat jelas bahwa paradigma keamanan di Eropa telah berubah secara mendasar" dalam menghadapi "Rusia yang sangat agresif".
Dia mengatakan beberapa pekan terakhir telah melihat "kebangkitan nyata dalam kegiatan Rusia" di wilayah titik-api itu, termasuk pasokan senjata, amunisi, pelatihan pasukan khusus, intelijen dan dukungan logistik.
Duta Besar Ukraina untuk Uni Eropa pada Kamis menyerukan bantuan militer Barat dalam "skala besar" saat muncul laporan-laporan bahwa tentara Rusia telah membantu membuka front baru di Ukraina tenggara.
Para pemimpin Uni Eropa akan membahas perkembangan itu pada pertemuan puncak Sabtu, terutama mengenai tugas utama Uni Eropa.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia Kamis
membantah klaim Amerika Serikat dan Kiev bahwa pasukannya terlibat langsung dalam eskalasi pertempuran antara pasukan Ukraina dan pemberontak separatis pro-Kremlin di timur.
Juru bicara Kementerian Igor Konashenkov kepada kantor-kantor berita Rusia mengatakan bahwa "Informasi itu tidak ada hubungannya dengan kenyataan" dan bahwa satuan tentara yang diyakini oleh
Washington telah menyeberang ke Ukraina itu sedang melakukan "pelatihan taktis mereka sendiri dan di daerah terpencil."
Komentar-komentar itu adalah yang pertama dikeluarkan oleh seorang pejabat senior Rusia di Moskow sejak duta besar AS untuk Kiev menuduh Moskow, menyediakan sistem pertahanan udara untuk para pemberontak dan menjadi "terlibat langsung dalam pertempuran".
Juru bicara kementerian pertahanan mengatakan, tentara dan pasukan penerjun payung Rusia "memang mampu berhasil melakukan tugas yang terkait dengan perlindungan bersenjata teritorial negara tidak dapat diganggu gugat."
Dia menambahkan bahwa seri yang berkelanjutan Rusia untuk misi pelatihan di daerah yang termasuk dekat Ukraina "adalah tugas normal tentara apapun". (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
12 hari dirawat, atlet gimnastik Indonesia Naufal wafat saat pelatihan di Rusia
26 September 2025 8:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018