Ukraina Tuduh Rusia Lakukan "Invasi Langsung"
Jumat, 29 Agustus 2014 6:58 WIB
Wina, (Antara/AFP) - Duta Besar Ukraina untuk Organisasi Keamanan dan Kerja sama di Eropa (OSCE) menuduh Rusia Kamis melakukan "invasi langsung", tetapi utusan Moskow membantah laporan-laporan bahwa pasukannya aktif di timur negara yang dilanda konflik itu.
"Kami mencatat invasi langsung oleh militer Rusia ke timur
wilayah Ukraina," kata utusan Kiev, Ihor Prokopchuk, kepada wartawan setelah pertemuan khusus badan keamanan Eropa itu untuk membahas perkembangan terbaru di Ukraina.
"Situasi telah sangat memburuk," katanya dalam bahasa Inggris, mengutip penangkapan "oleh pasukan reguler Rusia" atas kota penting tenggara Novoazovsk dan beberapa kota sekitar lainnya.
Dia menggambarkan langkah terbaru Rusia sebagai pengulangan strategi di Semenanjung Krimea, yang dicaplok Moskow dari Ukraina pada Maret, setelah awalnya menyangkal pasukannya berada di sana.
"Ini adalah skenario yang sama yang dimainkan sekarang di bagian timur Ukraina ... Skenario diuji di Krimea dan apa yang kita saksikan hari ini adalah invasi dan langsung masuk pasukan Rusia ke bagian timur Ukraina."
Duta Besar Rusia untuk OSCE, Andrey Kelin, menegaskan bahwa tak ada personil militer Rusia yang aktif menyeberangi perbatasan ke negara bekas Soviet itu.
"Tidak ada tentara Rusia" di Ukraina timur, katanya.
"Hanya ada satu unit tentara Rusia karena mereka tidak sengaja menyeberangi perbatasan beberapa hari lalu," katanya, mengacu pada 10 tentara terjun payung yang Kiev katakan telah ditangkap pada Selasa. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan juara tinju kelas berat Mike Tyson tuduh platform streaming Hulu "curi" kisah hidupnya
09 August 2022 11:40 WIB, 2022
Taiwan tuduh China di balik polemik daftar kewarganegaraan penonton Piala Dunia 2022 Qatar
21 June 2022 6:15 WIB, 2022
Perjanjian kapal selam dibatalkan sepihak, Macron tuduh PM Australia berbohong
01 November 2021 10:22 WIB, 2021
Koeman tuduh PSG tak sopan karena bahas Messi jelang laga kedua tim
04 February 2021 11:55 WIB, 2021
Penasihat Gedung Putih AS tuduh China simpan data COVID-19 demi kemenangan
21 April 2020 10:43 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018