Helikopter Rusia Airline Diduga Ditembak Jatuh di Sudan Selatan
Rabu, 27 Agustus 2014 7:51 WIB
Moskow, (Antara/Reuters) - Maskapai penerbangan Rusia, UTair, mengatakan helikopter Mi-8 miliknya yang disewa oleh Perserikatan Bangsa Bangsa di Sudan Selatan Selasa ditembak jatuh, menurut informasi awal.
"Menurut informasi awal, helikopter itu ditembak jatuh dengan tembakan dari permukaan-ke-udara dan terperosok tiga kilometer
jauhnya dari bandara tujuan," kata perusahaan itu dalam satu pernyataan.
Dikatakan empat anggota awak berada di dalam pesawat tersebut.
PBB mengatakan sebelumnya pada Selasa bahwa tiga awak mereka tewas ketika pesawat tersebut jatuh dalam penerbangan kargo rutin.
Sebelumnya, misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) telah mengutuk penahanan satu tim yang terdiri atas enam pemantau gencatan senjata dan tiga anggota awak penerbangan oleh pemberontak, kata seorang juru bicara PBB, Senin.
Pemantau Lembaga Antar-Pemerintah mengenai Pembangunan (IGAD) adalah bagian dari tim pengabsahan dan sedang melakukan misi rutin ketika mereka ditahan pada Sabtu di Bouth, Negara Bagian Unity, oleh pasukan yang bersekutu dengan Tentara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLA), kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan seperti yang dikutip oleh Kantor Berita Tiongkok Xinhua.
Di dalam satu pernyataan pers, misi tersebut kembali menyampaikan dukungan penuhnya bagi mekanisme penengahan, pemantauan dan pengabsahan IGAD sebagaimana disepakati oleh kedua pihak pada 23 Januari 2014.
Misi itu menyerukan kerja sama penuh oleh semua pihak dalam menemukan penyelesaian yang damai dan langgeng bagi krisis saat ini.
Pertikaian politik di dalam negeri antara Presiden Salva Kiir dan mantan wakilnya Riek Machar telah berubah menjadi konflik besar yang telah membuat lebih dari 102.000 warga sipil menyelamatkan diri ke pangkalan UNMISS di seluruh negeri tersebut.
Menurut data PBB, krisis tersebut telah membuat sebanyak 1,5 juta orang meninggalkan rumah mereka, dan membuat lebih dari tujuh juta orang terancam kelaparan dan penyakit. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
12 hari dirawat, atlet gimnastik Indonesia Naufal wafat saat pelatihan di Rusia
26 September 2025 8:50 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018