Presiden Ukraina Prihatin Rencana Konvoi Baru Rusia
Selasa, 26 Agustus 2014 6:32 WIB
Kiev, (Antara/AFP) - Presiden Ukraina Petro Poroshenko Senin menyatakan "sangat prihatin" mengenai rencana Moskow untuk mengirim konvoi bantuan kedua ke Ukraina timur dan dugaan penyeberangan kendaraan lapis baja Rusia ke perbatasan Ukraina.
"Kepala negara Ukraina menyatakan sangat prihatin tentang penerobosan perbatasan Ukraina tersebut oleh kendaraan lapis baja Rusia dan niat Rusia untuk mengirimkan apa yang disebut konvoi bantuan kemanusiaan lagi ke Ukraina," kata kantor Poroshenko setelah percakapan telepon dengan Presiden Dewan Uni Eropa Herman Van Rompuy.
Sebelumnya, dari Berlin Kanselir Jerman Angela Merkel Minggu menegaskan bahwa tidak ada solusi lain untuk krisis Ukraina selain politik.
"Saya sangat percaya bahwa hanya solusi politik yang mungkin bagi Uni Eropa, tetapi juga Jerman ingin membantu dan juga harus membantu.
"Tidak akan ada solusi militer untuk mengatasi konflik ini. Itulah mengapa pembicaraan politik mutlak diperlukan," kata Merkel dalam satu wawancara dengan televisi ARD Jerman yang dikutip kantor berita RIA Novosti.
Pembicaraan-pembicaraan mendatang antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Petro Poroshenko di Minsk tidak mungkin untuk memberikan terobosan yang akan menyelesaikan krisis di Ukraina, tetapi pertemuan itu penting, kata Merkel sehari setelah kunjungan resminya ke Kiev.
"Selalu ada dua sisi konflik apapun sehingga itu baik jika Presiden Rusia [Vladimir] Putin bertemu dengan Presiden Ukraina [Petro] Poroshenko Selasa.
"Kunjungan saya ke Kiev adalah persiapan untuk pertemuan tersebut, yang tentu saja tidak akan menghasilkan terobosan, tetapi Anda harus berbicara dengan satu sama lain jika Anda ingin menemukan solusi," kata Merkel menyimpulkan.
Putin dijadwalkan untuk bertemu dengan Poroshenko di ibu kota Belarusia, Minsk, pada 26 Agustus.
Pertemuan ini juga akan mencakup para pemimpin puncak Uni Eropa dan Uni Bea Cukai. Menurut layanan pers Poroshenko, pertemuan akan membahas sejumlah isu politik dan ekonomi yang mendesak, termasuk stabilisasi situasi di wilayah timur Ukraina. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kualifikasi Piala Dunia 2026 : Prancis tekuk Azerbaijan, Ukraina atasi Islandia
17 November 2025 6:47 WIB
Prancis buka Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Ukraina
06 September 2025 4:47 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018