Militer Kolombia Dan Gerilyawan Bertemu di Meja Perundingan
Sabtu, 23 Agustus 2014 20:02 WIB
Havana, (Antara/Reuters) - Perwira militer Kolombia dan
gerilyawan sayap kiri, Jumat, bertemu untuk pertama kali sejak peperangan dimulai 50 tahun lalu untuk mengawali pembicaraan gencatan senjata, yang berlangsung jika pemerintah dan kelompok pemberontak mencapai kesepakatan terpadu.
Pemerintahan Presiden Juan Manuel Santos dan Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia, yang terilhami-Marxisme (FARC) terlibat dalam pembicaraan perdamaian di Kuba selama hampir dua tahun, dan mencapai tiga kesepakatan parsial pada agenda lima poin mereka.
Kedua belah pihak baru-baru ini melakukan pembicaraan tentang hal kunci lain, yaitu reparasi bagi korban perang, dan mulai mendengar kesaksian dari mereka yang telah kehilangan orang yang dicintai atau mengungsi akibat konflik terlama di Amerika Latin itu, yang telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang sejak tahun 1964.
Tapi negosiator perdamaian memutuskan untuk mulai melakukan pembahasan pada topik yang diperkirakan akan menjadi hal paling sulit dalam kesepakatan itu yaitu bagaimana mengakhiri konflik dan memberlakukan gencatan senjata bilateral definitif.
Perwira aktif belum pernah duduk bersama dengan anggota FARC untuk membahas perdamaian.
"Tidak diragukan lagi penting untuk pertama kalinya perwakilan dari angkatan bersenjata yang aktif ... dan FARC telah duduk bersama dalam kondisi yang sama," kata Ivan Marquez, negosiator utama pemberontak, kepada wartawan setelah pertemuan.
"Sekarang adalah waktu bagi kami untuk menyingkirkan seragam (militer) kami," katanya.
Jenderal Javier Florez, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Kolombia, memimpin subkomite khusus yang juga termasuk para pejabat angkatan darat, angkatan udara, angkatan laut dan polisi.
Florez, 57, berpartisipasi dalam salah satu operasi militer Kolombia paling sukses terhadap FARC, pada bulan September 2010, ketika pimpinan militer FARC Jorge Brice tewas. Dia juga terlibat dalam operasi yang menewaskan pemimpin tinggi FARC Alfonso Cano pada tahun 2011 dan pemimpin militer nomor dua Raul Reyes pada tahun 2008.
Pada Jumat, ia duduk di meja yang sama dengan komandan pemberontak yang dipimpin oleh Marquez.
FARC telah menyerukan gencatan senjata bilateral selama perundingan damai, namun Santos menolak itu, mengutip upaya sebelumnya dalam pembicaraan damai pada 1999-2002 ketika FARC menggunakan gencatan senjata untuk mempersenjatai diri kembali.
"Saya ulangi, sehingga kita benar-benar jelas, kita tidak menegosiasikan gencatan senjata untuk sekarang," kata wakil pemerintah Humberto de la Calle kepada wartawan. "Subkomite ini terbatas untuk mempersiapkan mekanisme di masa depan yang hanya akan berlaku setelah kami mencapai kesepakatan akhir."
FARC telah meletakkan senjata dalam sejumlah gencatan senjata sepihak sementara, misalnya saat menjelang pemilihan umum tahun ini. Tapi tentara Kolombia dan pemberontak telah terlibat dalam pertempuran periodik sepanjang 21 bulan pembicaraan damai.
Dua pekan lalu, Santos yang berasal dari kelompok tengah-kanan dilantik untuk masa jabatan empat tahun kedua setelah perjuangan kerasnya dalam pemilihan umum di mana pesaingnya dari sayap kanan Oscar Zuluaga mengkritik pembicaraan itu dan mengancam untuk mengakhirinya jika mereka terpilih.(*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Klinsmann jadi pelatih timnas Korsel, tugas pertama laga persahabatan lawan Kolombia
28 February 2023 6:27 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018