Pengadilan Pakistan Perintahkan Pendaftaran Kasus Pembunuhan
Sabtu, 16 Agustus 2014 21:23 WIB
Islamabad, (Antara/Xinhua-OANA) - Satu pengadilan Pakistan pada Sabtu sore memerintahkan pendaftaran satu kasus pembunuhan terhadap 22 orang termasuk Perdana Menteri Nawaz Sharif dan saudaranya Shabaz Sharif.
Mereka semua dituduh terlibat dalam peristiwa penembak 17 Juni oleh polisi sehingga menewaskan 14 pemrotes di Kota Lahore di bagian timur negeri tersebut, demikian laporan media setempat.
Satu Sidang Pengadilan di Lahore, yang mendengarkan kasus yang diajukan oleh Tehrik Awami Pakistan (PAT) memerintahkan polisi mendaftarkan satu kasus pembunuhan terhadap 22 orang termasuk PM Sharif, dan Kepala Menteri Provinsi Punjab Shahbaz Sharif, perwira polisi dan pejabat lain pemerintah, kata laporan itu.
Sedikitnya 14 pekerja partai PAT termasuk dua perempuan tewas dan 84 orang lagi cederai akibat peluru yang ditembakkan oleh polisi selama satu protes yang berubah jadi kerusuhan di Daerah Model Town di Lahore pada 14 Juni 2014.
Pemerintah provinsi tersebut membentuk satu komisi penyelidikan guna menyelidiki peristiwa itu. Tapi PAT memboikot komisi tersebut dan mengajukan petisi ke pengadilan untuk mendaftarkan kasus terhadap pemerintah termasuk Sharif, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam.
Menurut laporan, komisi itu sudah mengajukan laporannya satu pekan sebelumnya terhadap Menteri Besar Punjab Shahbaz Sharif, tapi pemerintah sejauh ini tak bisa memutuskan untuk mengumumkannya.
Tak ada reaksi atau pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai perintah pengadilan tersebut.
Perintah pengadilan itu dikeluarkan pada saat puluhan ribu pekera PAT yang dipimpin oleh Ketua Partai Tahir ul Qadri telah sampai di Islamabad pada Jumat pagi (15/8) untuk mendesak pengunduran diri Perdana Menteri. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018