Ukraina akan Hambat Konvoi Bantuan Kemanusiaan Rusia
Rabu, 13 Agustus 2014 12:08 WIB
Moskow, (Antara/AFP) - Satu konvoi 262 truk Rusia diperkirakan akan tiba di perbatasan Ukraina Rabu dan Kiev berikrar akan menghambat missi bantuan itu memasuki wilayahnya karena khawatir itu adalah satu rencana mendukung pemberontak pro-Kremlin.
Konvoi apa yang dikatakan Rusia adalah bantuan kemanusiaan itu menimbulkan kekhawatiran terjadi peningkatan konflik yang telah menewaskan ratusan orang di Ukraina timur dalam bulan-bulan belakangan ini.
Konflik itu juga menyebabkan hubungan Moskow dengan Barat memburuk pada titik terendah mereka dalam puluhan tahun belakangan ini.
Amerika Serikat mendukung tuntutan Ukraina bagi pemeriksaan perbatasan untuk mrnghapuskan kekhawatiran bahwa Moskow berusaha mendukung pemberontak.
Washington dan sekutu-sekutu Eropanya telah menyatakan kekhawatiran mereka selama beberapa hari menyangkut konvoi itu, yang para sumber mengemukakan kepada kantor-kantor berita Rusia akan tiba di perbatasan, Rabu.
"Rusia tidak punya hak untuk memasuki wilayah Ukraina secara sepihak, baik dengan alasan konvoi kemnusiaan atau dalih lainnya, tanpa izin Kiev," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf kepada wartawan.
Prancis memperingatkan sebelumnya bahwa Rusia dapat menggunakan operasi itu sebagai satu "kedok" untuk mengirim pasukan, menyuarakan kembali kekhawatiran dari Berlin dan London.
Kiev mengatakan truk-truk itu akan dicegat di perbatasan dan muatannya akan dibongkar dan dikirim ke Ukraina timur yang porak poranda akbat konflik dengan bantuan Komite Palang Merah Internasional.
"Kami tidak akan mengizinkan (bantuan itu) disertai oleh para pejabat kementerian situasi darurat Rusia atau pasukan Rusia," kata Valeriy Chayy, wakil kepala administrasi kepresidenan.
Akan tetapi Moskow menegaskan konvoi itu akan sampai pada tujuannya, menyerukan "kerja sama maksimum" dari Ukraina untuk menjamin bantuan itu sampai di pangkalan-pangkalan pemberontak yang dikepung Lugansk dan Donetsk.
Konvoi sepanjang tiga kilometer itu meninggalkan Moskow Selasa mengangkut 2.000 ton "pasokan kemanusiaan", termasuk perlengkapan mwdis,makanan bayi dan lain-lainnya, kata media Rusia.
Pertempuran seru terus berkobar di daerah timur yang banyak industri, dan militer Ukraina mengatakan enam tentara tewas dan 31 lainnya cedera dalam 24 jam belakangan ini.
Tujuh warga sipil juga cedera dalam serangan Selasa malam di Donetsk,kata para pejabat lokal, sementara militer Ukraina mengatakan pihaknya siap mengepung kota kedua pemberontak Lugansk.
Padukan Kiev berharap akan memutuskan akses pemberontak ke perbatasan Rusia yang rapuh, di mana NATO mengatakan Moskow telah menggelar 20.000 tentara.
Sementara itu di Moskow, polisi menahan belasan pemrotes yang berkumpul dekat kedutaan besar Ukraina untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Kiev.
Radio Echo Moskow mengatakan sekitar 200 orang berkumpul untuk melakukan unjuk rasa sebelum dibubarkan oleh polisi. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Resmi perpanjang kontrak, Thomas Tuchel akan terus latih Inggris hingga 2028
13 February 2026 4:41 WIB
Persita dalam bidikan Semen Padang FC yang akan buktikan kekuatan di kandang
04 February 2026 14:13 WIB
Pemprov Sumbar Akan prioritaskan ke Daerah Terdampak Bencana pada Kegiatan Safari Ramadhan Tahun 2026
02 February 2026 15:31 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018