Lima Lagi Pekerja Bantuan Tewas Saat Pertempuran Sudan Selatan Berkobar
Rabu, 6 Agustus 2014 11:18 WIB
Juba, (Antara/AFP) - Setidaknya lima pekerja bantuan Sudan Selatan tewas Selasa oleh milisi yang sama disalahkan atas pembunuhan pekerja bantuan di wilayah yang sama sehari sebelumnya, kata Perserikatan Bangsa Bangsa.
Pembunuhan terjadi pada saat pasukan milisi di timur laut negara bagian Upper Nile bentrok dengan desersi tentara pada hari ketiga, dengan pekerja bantuan dipaksa untuk berlindung di kompleks PBB.
"Dua korban dibunuh di Kota Bunj, seorang pekerja bantuan ketiga
dilaporkan hilang tetapi diperkirakan tewas. Tiga tewas dalam penyergapan saat mereka sedang berusaha untuk kembali ke kota," ibu kota Maban, kata Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) dalam satu pernyataan.
Dikatakan milisi setempat yang bertanggung jawab - Angkatan Pertahanan Mabanese - tampaknya menargetkan warga sipil asal etnis Nuer, diduga sebagai pembalasan atas kerugian yang mereka derita dalam bentrokan dengan tentara pembelot Nuer.
"Hari ini kejahatan keji terjadi pada pembunuhan seorang pekerja Bantuan Rakyat Norwegia (NPA) di Bunj kemarin pagi oleh para anggota milisi pertahanan diri yang sama" tambah UNMISS.
Korban dilaporkan juga pada warga Sudan Selatan.
Dikatakan bahwa serangan etnis ditargetkan pada pekerja bantuan bersenjata adalah berdampak "sangat drastis" pada operasi untuk menyediakan makanan dan tempat tinggal bagi lebih dari 127.000 pengungsi daerah yang telah melarikan diri ke selatan Sudan sejak Sudan Selatan memisahkan diri pada tahun 2011.
Kekerasan baru-baru ini juga telah mengungsikan ribuan orang di daerah tersebut, mendorong PBB untuk memperingatkan "memburuknya situasi keamanan" saat para pengungsi mengalir ke dalam kamp di Doro.
Misi PBB mengatakan Senin bahwa pihaknya telah mengirimkan satu unit pasukan penjaga perdamaian dari pangkalan kota Melut di negara bagian Upper Nile untuk melindungi staf di daerah, serta warga sipil yang berlindung di kompleks PBB.
Sementara itu, pembicaraan damai untuk mengakhiri perang saudara di negara itu antara pendukung Presiden Salva Kiir dan mantan wakilnya Riek Machar dilanjutkan di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, pada Senin.
Dua gencatan senjata sebelumnya antara kedua belah pihak cepat pecah.
Pertempuran meletus pada 15 Desember antara pasukan yang setia kepada kedua pemimpin yang bermusuhan itu, yang telah mengontrol negara baru sejak kemerdekaannya dari Khartoum Juli 2011 setelah puluhan tahun perang.
Bentrokan cepat merosot ke tingkat kekejaman garis etnis antara
dua kelompok suku utama negara itu, Dinka dan Nuer, dari mana kedua
pemimpin itu berasal. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian Rabu (04/02/2026) hari ini kompak turun lagi
04 February 2026 6:44 WIB
Melambung lagi, harga emas Antam tembus angka Rp3,168 juta per gram Kamis (29/01/2026) hari ini
29 January 2026 9:49 WIB
Harga emas di Pegadaian meroket lagi Kamis (22/01/2026), UBS sentuh Rp2,918 juta per gram
22 January 2026 7:51 WIB
Emas Antam turun lagi Rp6.000, Sabtu (16/01/2025) dibanderol Rp2,663 juta/gram
17 January 2026 10:12 WIB
Tidak lagi jauh mengurus, Pemkot Bukittinggi dan Dirjen Imigrasi hadirkan layanan paspor di MPP
12 January 2026 19:32 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018