Pentagon: Jenderal AS Gugur Dalam Serangan di Kabul
Rabu, 6 Agustus 2014 7:29 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Seorang jenderal Amerika Serikat terbunuh dalam satu serangan di Afghanistan Selasa, menjadi korban dengan pangkat tertinggi sejak serangan-serangan 11 September 2001, kata Pentagon.
Departemen Pertahanan AS juga mengidentifikasi penyerang itu adalah seorang serdadu Afghanistan dan menyatakan ia tewas setelah melepaskan tembakan ke arah pasukan koalisi, sekutunya.
Dalam satu pesan bela sungkawa, pihak militer mengidentifikasi perwira tinggi yang gugur dalam serangan tersebut ialah Mayor Jenderal Harold J. Greene. Ia adalah deputi bagi urusan penerimaan markas Angkatan Darat AS di Washington.
"Doa dan duka kami bersama dengan keluarga Mayor Jenderal Harold J. Greene dan para keluarga tentara kami yang cedera dalam peristiwa-peristiwa tragis itu," kata Kepala Staf AD Jenderal Ray Odierno.
"Kami tetap berkomitmen pada misi kami di Afghanistan dan akan terus bekerja sama dengan mitra-mitra Afghanistan untuk menjamin keselamatan dan keamanan semua tentara koalisi dan warga sipil," kata dia.
Berdasarkan data biografi resminya, Greene berasal dari New York dengan gelar doktor di bidang sains material dari University of Southern California dan tiga gelar master.
Jenderal itu merupakan perwira tinggi AS yang terbunuh sejak serangan-serangan 11 September 2001 ketika Letnan Jenderal Timothy Joseph Maude terbunuh dalam satu serangan pesawat yang dibajak menabrak gedung Pentagon.
Tak ada jenderal AS gugur dalam medan pertempuran sejak Perang Vietnam begitu juga dalam perang Irak hingga kini konflik Afghanistan. Presiden Barack Obama berencana menarik sebagian besar tentara dari Afghanistan hingga akhir tahun ini.
Seorang pejabat AS yang tak bersedia jatidirinya disebutkan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sekitar 15 orang luka-luka termasuk delapan orang Amerika.
Kewarganegaraan korban-korban lain belum jelas tetapi tentara Jerman mengatakan bahwa satu di antara jenderalnya cedera dan pejabat AS itu mengatakan bahwa mereka yang luka-luka termasuk orang-orang Afghanistan.
Juru bicara Pentagon Laksamana John Kirby mengatakan bahwa penyerang itu tewas walaupun dia tidak memiliki rincian meengenai insiden itu terjadi.
"Kami yakin penyerang itu adalah seorang tentara Afghanistan," kata Kirby kepada wartawan. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Padang dan Dirjen KP tinjau lokasi banjir bandang di Lubuk Minturun
03 December 2025 19:18 WIB
Pemkot Bukittinggi sepakati optimalisasi pemungutan pajak bersama DJP dan DJPK
17 October 2025 13:40 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018