Lelang Obligasi Negara Serap Dana Rp11,60 Triliun
Rabu, 6 Agustus 2014 6:38 WIB
Jakarta, (Antara) - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp11,60 triliun dalam lelang lima seri obligasi negara pada Selasa, dari total penawaran yang masuk sebesar Rp17,94 triliun.
Keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa mlam, menyebutkan jumlah Rp11,60 triliun itu antara lain berasal dari seri SPN12141107 sebesar Rp1 triliun.
Imbal hasil rata-rata tertimbang seri ini sebesar 5,80 persen dengan imbal hasil tertinggi dimenangkan 6,15 persen. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp1,63 triliun lebih dengan imbal hasil tertinggi masuk 7,0 persen dan terendah 5,65 persen.
Selain itu jumlah dimenangkan untuk seri SPN12150806 sebesar Rp1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,96 persen, imbal hasil tertinggi dimenangkan 6,98 persen. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp3,70 triliun lebih dengan imbal hasil tertinggi masuk 7,05 persen dan terendah 6,94 persen.
Jumlah dimenangkan untuk seri FR0069 sebesar Rp1,40 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,95 persen, imbal hasil tertinggi dimenangkan 8,00 persen. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp1,59 triliun lebih dengan imbal hasil tertinggi masuk 8,05 persen dan terendah 7,84 persen.
Jumlah dimenangkan untuk seri FR0070 sebesar Rp2,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,19 persen dan imbal hasil tertinggi dimenangkan 8,20 persen. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp4,10 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 8,37 persen dan terendah 8,14 persen.
Sementara untuk seri FR0068, jumlah dimenangkan sebesar Rp6,15 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,79 persen, imbal hasil tertinggi dimenangkan 8,83 persen. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp6,92 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 8,9 persen dan terendah 8,68 persen.
Jumlah dimenangkan sebesar Rp11,60 triliun tersebut lebih besar dari jumlah indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp10 triliun. Penjualan obligasi negara melalui lelang itu untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN Perubahan 2014.
Sementara itu pemerintah akan kembali melelang tiga seri Sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif Rp1,5 triliun pada 12 Agustus 2014.
Tiga seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S13022015 (penerbitan baru), seri PBS005 (penjualan kembali) dan seri PBS006 (penjualan kembali).
Seri SPN-S13022015 memberikan imbalan secara diskonto, underlying asset barang milik negara berupa tanah dan bangunan. SBSN ini akan jatuh tempo pada 13 Februari 2015. (*/sun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Indonesia jajaki peluang pembelian obligasi melalui rekening rupiah-yen
25 August 2025 14:08 WIB
Emas naik didorong penguatan dolar dan jatuhnya imbal hasil obligasi
17 November 2023 9:20 WIB, 2023
Rupiah Kamis merosot ke posisi Rp15.457 per dolar AS seiring menurunnya imbal hasil obligasi AS
09 March 2023 9:50 WIB, 2023