Menteri: Pertempuran di Perbatasan Sudan Tewaskan 600 Orang
Rabu, 17 Oktober 2012 8:53 WIB
Khartoum, (ANTARA/Reuters) - Lebih dari 600 orang telah
tewas dalam pemberontakan yang meletus di dua negara bagian Sudan
berbatasan dengan Sudan Selatan tahun lalu, kata Menteri Dalam Negeri Sudan Selasa saat mengumumkan perhitungan resmi pertama.
Pertempuran antara tentara Sudan dan pemberontak SPLM-Utara pecah
di negara bagian penghasil minyak Kordofan Selatan pada Juni 2011,
sesaat sebelum Sudan Selatan merdeka.
Kekerasan kemudian menyebar pada September 2011 ke dekat negara bagian Nil Biru yang juga berbatasan dengan republik baru Afrika itu.
Pertempuran telah memaksa lebih dari setengah juta orang
melarikan diri dan memicu ketegangan antara Sudan dan Sudan Selatan, bekas musuh dalam perang saudara yang dipicu oleh minyak, etnis dan
agama.
Khartoum menuduh Sudan Selatan didukung Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan Utara (SPLM-Utara), namun tuduhan-tuduhan itu diabadaikan oleh
pemerintah Selatan.
Sebanyak 633 orang tewas di kedua pihak sejak tahun lalu, kata Menteri Dalam Negeri Ibrahim Mahmoud kepada parlemen.
Sebagian besar yang tewas adalah warga sipil, dan sisanya adalah tentara pemerintah, katanya, tanpa memberikan perkiraan korban di pihak gerilyawan.
Sejak awal tahun ini, 147 orang telah tewas di Kordofan Selatan dan 41 di negara bagian Blue Nile, katanya.
Sebanyak 791 orang telah terluka sejak tahun lalu di Kordofan Selatan, dan 151 orang hilang di sana, katanya menambahkan.
Sudan Selatan mendeklarasikan kemerdekaan dari Sudan pada Juli
tahun lalu, menurut ketentuan perjanjian damai 2005 yang mengakhiri
perang saudara. Namun kedua negara masih belum menyepakati
kepemilikan sejumlah wilayah yang disengketakan dan tentara mereka
masih bentrok beberapa kali melintasi perbatasan sejak pemisahan.
Mereka sepakat untuk mendirikan zona penyangga di sepanjang perbatasan bersama mereka bulan lalu setelah mendapat tekanan internasional untuk mengakhiri kekerasan.
Tetapi ada kemajuan sedikit dalam pembicaraan paralel tidak langsung antara Khartoum dan SPLM-Utara, yang berperang sebagai bagian dari tentara pemberontak selatan selama perang sipil.
SPLM-Utara, yang menuduh pemerintah meminggirkan sebagian besar Kordofan Selatan dan daerah perbatasan lainnya, telah membentuk
persekutuan dengan kelompok-kelompok pemberontak lainnya untuk mencoba dan menggulingkan pemimpin veteran Presiden Omar Hassan al-Bashir. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rusia merangsek dari sisi timur Ukraina, segera mulai pertempuran Donbas
19 April 2022 8:03 WIB, 2022
Sirkuit Mandalika bakal jadi saksi pertempuran penentuan gelar juara WSBK 2021
18 November 2021 8:37 WIB, 2021
Ahmad Massoud siap bernegosiasi dengan Taliban untuk akhiri pertempuran
06 September 2021 10:26 WIB, 2021
Pertempuran berakhir, Biden janjikan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi untuk Gaza
21 May 2021 10:36 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018