Den Haag, (Antara/AFP) - Para ahli forensik internasional akan tiba di lokasi kecelakaan penerbangan MH17 di wilayah Ukraina yang dikuasai pemberontak, Senin, kata Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, Minggu. "OSCE (Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa) besok dini hari berniat membawa misi identifikasi, dengan para ahli Belanda, ke lokasi," kata Rutte kepada para wartawan di Den Haag. Ia mengatakan Belanda akan mengkoordinasikan tugas mengidentifikasi 298 jenazah dari kecelakaan pesawat Malaysia Airlines tersebut, yang diyakini terkena sebuah peluru kendali yang ditembakkan oleh para pemberontak pro-Rusia. Pertikaian terus berkobar antara pasukan pemerintah dan para pemberontak di wilayah timur sejak pesawat itu jatuh, 13 orang mengalami luka-luka dalam 24 jam terakhir, di wilayah yang jaraknya hanya sekitar 100 kilometer dari Grabove. Pihak-pihak berwenang Ukraina mengatakan mereka tidak dapat memberikan jaminan keamanan bagi para penyelidik di lapangan. Pernyataan-pernyataan Rutte itu muncul di saat para pemberontak yang menguasai wilayah tempat jatuhnya pesawat mengatakan mereka memiliki sebuah alat yang menyerupai kotak hitam namun menyatakan akan menyerahkannya kepada "para penyelidik internasional kalau mereka sudah sampai". Mereka juga menaruh jenazah-jenazah di kereta-kereta berpendingin sampai "para ahli tiba", kata seorang pemimpin pemberontak yang menjelaskan bahwa para pejuangnya telah memindahkan sejumlah jenazah "untuk menghormati para keluarga". Rutte mengatakan ia akan berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu malam. Sebelumnya, ia telah melakukan pembicaraan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans dijadwalkan terbang menuju Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York dengan misi membantu "membangun koalisi" untuk membawa jenazah kembali kepada pihak-pihak yang berhak. Raja Belanda Willem-Alexander dan Rutte akan melakukan pertemuan pada Senin dan para kerabat 193 warga negara Belanda yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan pesawat itu. (*/sun)