Kiev, (Antara/Reuters/AFP) - Pemerintah Ukraina menuduh pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur mencoba untuk menghancurkan bukti di tempat di mana pesawat Malaysia Airlines jatuh dan memindahkan menghapus 38 mayat dari lokasi kejadian. "Pemerintah Ukraina secara resmi menyatakan bahwa teroris, dengan bantuan Rusia, yang mencoba untuk menghancurkan bukti kejahatan internasional," kata pemerintah dalam satu pernyataan Sabtu. "Menurut data pemerintah, para teroris telah mengambil 38 mayat ke kamar mayat di (kota timur) Donetsk," katanya, menuduh para spesialis dengan "aksen Rusia yang kuat" mengancam untuk melakukan otopsi sendiri. Sementara itu Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) dan Biro Investigasi Federal (FBI) mempersiapkan penyelidik untuk dikirim ke Ukraina sehubungan dengan tragedi yang terjadi atas pasawat milik maskapai Malaysia Airlines, kata para pejabat Amerika Serikat Jumat. "NTSB akan mengirim satu investigator ke Ukraina, waktunya masih akan ditentukan. Pengiriman ini sebagai respons atas peristiwa yang terjadi," kata seorang juru bicara NTSB. Sementara itu FBI juga siap mengirim sedikitnya satu pejabat FBI ke Ukraina, walaupun seorang pejabat pemerintah berkata," Situasi masih cair dan fakta-fakta sebagimana belum terungkap akan menentukan aksi kami." Pesawat Malaysia Airlines Penerbangan MH17 terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ketika jatuh Kamis di bagian timur Ukraina dengan membawa 298 penumpang dan awak. Tak ada yang selamat dalam insiden itu. (*/sun)