OJK: Perlu Peningkatan Pemahaman Masyarakat Terhadap MEA
Kamis, 17 Juli 2014 20:30 WIB
Jakarta, (Antara) - Otoritas Jasa Keuangan menilai perlunya peningkatan pemahaman masyarakat Indonesia atas implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN sehingga siap menghadapi kondisi pasar bersama di kawasan Asia Tenggara tersebut.
"Survei yang dilakukan Sekretariat ASEAN menunjukkan pemahaman masyarakat kita lebih rendah dibanding negara lain seperti Thailand," kata Direktur Internasional OJK, Triono, di Jakarta, Kamis.
Ia menyebutkan saat ini sudah banyak warga Thailand yang mempelajari bahasa Indonesia, karena mereka paham bahwa Indonesia memiliki potensi besar mendatangkan turis bagi negaranya.
"Cukup banyak potensi wisatawan asal Indonesia yang bakal berkunjung ke sana (Thailand), sehingga mereka siap menyambut kedatangan turis termasuk dari Indonesia," katanya.
Ia menambahkan di Bangkok juga banyak baliho yang menyambut implementasi MEA pada 2015.
Triono mengatakan semua pihak di Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menyosialisasikan MEA dan meningkatkan pemahaman atas implementasi pasar tunggal itu.
Ia juga menyatakan meskipun MEA identik dengan liberalisasi, namun bukan berarti tidak ada aturan sama sekali. "Memang pasar kita menjadi lebih terbuka, tapi tetap ada aturan yang harus ditaati, tetap ada mekanisme yang diikuti," kata Triono.
Sementara itu, Analis Senior Direktorat Komunikasi dan Hubungan Internasional OJK, Joko Siswanto, mengatakan kesepakatan pasar bersama biasanya menyangkut tiga hal, yaitu perdagangan barang, jasa dan investasi.
"Yang menyangkut barang dan investasi sudah banyak perkembangannya, sementara untuk yang jasa khususnya jasa keuangan belum banyak kesepakatan yang dicapai," katanya.
Menurut ia, OJK terus berusaha aktif dalam pembahasan mengenai sektor jasa keuangan, karena implementasi MEA untuk sektor jasa keuangan baru akan mulai diberlakukan pada 2020.
Mengenai mata uang tunggal ASEAN, Joko mengatakan sekitar tahun 2003 memang ada pembahasan mengenai hal itu. "Namun sejumlah syarat pemberlakukan mata uang tunggal ASEAN sulit dipenuhi sehingga pembahasan itu tidak diteruskan lagi," tambahnya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masyarakat manfaatkan PELATARAN ambil produk hasil roya tak perlu tunggu hari kerja
02 February 2026 13:33 WIB
Tak perlu panik, ini cara melapor barang hilang di kereta dan stasiun KAI Divre II Sumbar
27 January 2026 20:54 WIB
Wawako Maigus Nasir : Perlu sinergi dan kolaborasi untuk perkuat mitigasi bencana
19 January 2026 21:53 WIB
Tingkatkan kualitas layanan pertanahan, Menteri Nusron: Perlu disiapkan pelatihan hingga asesmen
15 January 2026 19:29 WIB
Masih pegang girik di 2026? Kementerian ATR/BPN imbau masyarakat tak perlu khawatir
08 January 2026 16:32 WIB
Bupati Dharmasraya berpesan tak perlu kirim karangan bunga ulang tahun, diganti bibit tanaman
30 December 2025 16:45 WIB
Dari silaturahmi Ketum PWI Pusat dengan PWI Sumbar, wartawan perlu kuasai jurnalisme bencana
23 December 2025 6:58 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018