Kemenkes: Potensi Penderita Hepatitis Kronis 50 Persen
Rabu, 16 Juli 2014 6:46 WIB
Jakarta, (Antara) - Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Agus Purwadianto menyebutkan potensi penderita hepatitis menjadi kronis sebanyak 50 persen.
Dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Sub Direktorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan Ditjen PP dan PL Kemenkes Naning Nugraha pada peringatan Hari Hepatitis Sedunia di Jakarta, Selasa, menyebutkan saat ini sebanyak 28 juta orang di Indonesia terinfeksi hepatitis, dan 10 persen di antaranya menderita kanker hati.
"Hepatitis ini bisa dicegah dan diobati. Untuk itu kita bisa mengupayakan untuk mengurangi angka kematian akibat hepatitis," katanya.
Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih, dan sehat sebagai upaya preventif.
"Kita harus menyebarluaskan ke berbagai kalangan bahwa masalah kesehatan ini bukan masalah perseorangan, tetapi masalah bersama-sama," katanya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit hepatitis yang hampir tidak ada gejala awalnya.
"Namun, kami menyadari perlu akselerasi untuk mencegah dan mengendalikan hepatitis ini," katanya.
Dalam kesempatan sama, Pakar Gastroenterohepatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr Irsan Hasan SpPD-KGEH menuturkan memperingatkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap penyakit hepatitis karena seringkali timbul tanpa gejala (asimptomatis).
"Kebanyakan diketahui terlambat, kebanyakan diketahui setelah terjadi sirosis (benjolan di permukaan hati) atau hepatoma karena tidak ada gejala yang menunjukkan deteksi awal terkena hepatitis, karena itu disebutnya silent killer (pembunuh berdarah dingin)," kata Irsan.
Untuk itu, dia menyarankan untuk segera memeriksakan kesehatan, terutama cek darah untuk mengetahui apakah positif hepatitis atau tidak dengan skrining HBsAg atau Anti Hbs. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tunjang pengelolaan data pertanahan dan tata ruang, Wamen Ossy paparkan potensi penggunaan AI
30 January 2026 10:12 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018