Dera Ismail Khan, Pakistan, (Antara/Reuters) - Militer Pakistan telah menangkap seorang komandan Taliban yang pernah berusaha membom mantan Presiden Pervez Musharraf, kata beberapa perwira Selasa. Adnan Rashid, yang ditangkap Jumat di Waziristan Selatan, di baratlaut Pakistan dekat perbatasan Afghanistan, merupakan komandan pertama yang terkenal ditangkap sejak militer melancarkan ofensif di Waziristan Utara bulan lalu. Ia terluka dalam baku tembak ketika ditangkap di satu rumah tempat dia tinggal bersama keluarganya di kawasan Wana, Waziristan Selatan, kata para perwira itu. Tentara Pakistan telah mengatakan pihaknya akan mendesak para pemberontak Taliban keluar dari sarang mereka di kawasan tersebut dan menyiratkan Selasa bahwa pihaknya akan memperluas ofensifnya ke kawasan suku Bajaur, lebih ke arah utara. Taliban Pakistan, sementara itu, menyatakan pihaknya akan terus meningkatkan serangan-serangan atas pasukan keamanan Pakistan di Bajaur, di sepanjang perbatasan Afghanistan. Rashid, yang diyakini berusia 30-an tahun, adalah mantan perwira Angkatan Udara Pakistan yang mencoba menjadi seorang pembom bunuh diri sebelum ia dijebloskan ke penjara karena usahanya pada 2003 membom Presiden Musharaf waktu itu. Ia berhasil meloskan diri pada 2012 bersama dengan 400 orang militan lainnya. Menyusul pembebasannya, dia mengaku bertanggung jawab mendalangi pembobolan penjara lainnya yang membebaskan 250 tahanan. Dia juga membuat serangkaian video YouTube dan menulis sepucuk surat terbuka yang berusaha membenarkan usaha pembunuhan aktivis anak sekolah Malala Yousafzai. Ofensif militer Pakistan menyusul bertahun-tahun tekanan yang dialamatkan pada Islamabad oleh sekutu NATO untuk menumpas sarang-sarang Taliban di Waziristan Utara. Sejak ofensif dimulai bulan lalu militer telah menguasai Miranshah, ibu kota Waziristan Utara dan mengkalim telah membunuh ratusan militan. Juga pada Selasa, tiga serdadu Pakistan dan enam militan Taliban tewas dalam baku tembak di Desa Fateh Khel dekat Kota Mir Ali di Waziristan Utara. Taliban telah membunuh lebih puluhan personel pasukan keamanan di Bajaur dalam dua bulan terakhir, kata seorang perwira. Dalam isyarat bahwa kekerasan mungkin meluas, dua anggota senior Taliban Pakistan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa serangan-serangan itu merupakan tanggapan atas ofensif di Waziristan Utara. (*/sun)